Pontoh: Capaian Kesehatan Di Daerah 3T Masih Kurang

Meykal Pontoh
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh

Ambon, MalukuPost.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku, Meykal Pontoh menyatakancapaian kesehatan untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih kurang, baik itu kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, ketersediaan sarana prasarana air bersih, dan lain sebagainya termasuk sumber daya manusia (SDM) masih kurang.

“Melalui program pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai kebijakan dari SDM dengan penempatan tenaga kesehatan nusantara sehat termasuk daerah 3T di Maluku selama dua tahun,” ujarnya di Ambon, Selasa (27/04/2021).

Pontoh katakan, Walaupun demikian, dirinya telah meminta masing-masing pemerintah daerah menutupi program jangka pendek itu dengan harapan dalam jangka waktu dua tahun dimaksud dapat menutupi kekurangan tenaga kesehatan.

“Itu yang kemarin disampaikan beberapa Bupati dalam Musrenbang RKPD 2022,”tandasnya.

Dijelaskan Pontoh, hal lain yang dilakukan Kementerian Kesehatan melalui program pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan dan afirmasi berupa pembangunan puskesmas di semua daerah di Maluku kecuali Ambon, namun hal tersebut perlu didukung dengan sarana transportasi darat maupun laut, kemudian alat kesehatan, perumahan dokter, perawarat.

“Itu sudah dialokasi anggaran untuk pembangunan fasilitas kesehatan, namun itu tidak akan cukup jika fasilitas kesehatan saja yang tersedia, tapi kalau akses menuju kesana misalnya transportasi, jalan seperti apa kalau itu tidak dilengkapi atau tidak dibangun percuma, psukesmas disana bagus, tetapi ternyata masyarakat mau mengakses puskesmas tersebut sulit, belum ditambah jaringan listrik, telkomsel, seperti yang terjadi di SBT, maka akan sulit dijangkau oleh masyarakat,”bebernya.

Pontoh menambahkan, dalam menutaskan persoalan kesehatan di Maluku bukan hanya dilakukan oleh pemerintah daerah namun dukungan lintas sektor.

“Yang seperti ini kita harus duduk bersama baik provinsi, kabiupaten/kota dan instansi terkait lainnya, guna menjawab persoalan kesehatan di daerah,”pungkasnya.

Pos terkait