Santuni Warganya, Bupati Hanubun: Mereka semua orang Kei, kita wajib memberi perhatian.

  • Whatsapp
Bupati Malra, Drs. Hi. Muhamad Thaher Hanubun menyerahkan santunan kepada orang tua dari korban aksi bom bunuh diri yang sementara dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kamis (1/4/2021).

Langgur, Malukupost.com – Bupati Maluku Tenggara (Malra), M. Thaher Hanubun, mengunjungi dan melihat secara langsung korban pengeboman yang sementara dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kamis (1/4/2021).

Diketahui, akibat aksi bom bunuh diri yang terjadi di halaman Gedung Gereja Katedral Makassar (Minggu 29/3), ada tiga warga asal Malra yang turut menjadi korban (terkena serpihan ledakan bom).

Siaran pers Humas Pemda Malra yang diterima Malukupost.com menyebutkan, dalam kunjungannya tersebut, bupati Hanubun didampingi Kepala Dinas Sosial (Hendrikus Watratan) dan Kepala Dinas Kominfo (Antonius Raharusun).

Setibanya di RS Bhayangkara Makassar, bupati Hanubun diterima langsung oleh Manajemen rumah sakit setempat, AKBP  Y. Ramba dan Kompol Ilham dan dihantar menuju ruang ICU dimana ketiga korban dirawat.

Didepan ruang ICU, bupati Hanubun berkesempatan menemui dan berdialog dengan orang tua dan wali orang tua serta menyerahkan santunan atas nama pemerintah dan masyarakat Malra kepada ketiga korban yakni Valeriana Silitubun, Adelina Silitubun dan Karina Tadubun.

Isak tangis dari para orang tua korban membuat suasana tampak haru saat ditemui orang nomor satu di Malra tersebut.

Bupati Malra bersama orang tua dan wali orang tua dari para korban

Kepada para orang tua korban, bupati Hanubun menyampaikan rasa keprihatinan atas kejadian pemboman tersebut serta meminta agar keluarga korban dapat tabah dan kuat dalam menghadapi cobaan ini.

Orang tua dari ketiga korban menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bupati, pemerintah serta masyarakat Malra atas perhatian yang sangat besar terhadap ketiga korban dan keluarga sampai meninggalkan kesibukan untuk menjenguk korban beserta keluarga di Makassar.

Usai menyerahkan santunan, bupati Hanubun berkenan melihat langsung kondisi ketiga korban di Ruang ICU melalui ruang khusus berlapis kaca.

Diketahui, berdasarkan dokumen kependudukan setelah dilakukan pengecekan ulang, diketahui warga kabupaten Malra yang menjadi Korban hanya 1 orang yakni korban atas nama Valeriana Silitubun dengan alamat ohoi (desa) Rumaat, Kecamatan Kei Kiecil Timur.

Sementara korban atas nama Adelina Silitubun adalah penduduk Kota Tual dan Karina Tadubun adalah penduduk provinsi Maluku Utara.

“Ketiganya wajib dan berhak menerima perhatian pemda Malra. Mereka semua orang Kei, kita wajib memberi perhatian,” katanya.

Pos terkait