17 Ribuan Sampel Covid-19 Telah Duji BPOM Ambon

Kepala BPOM Ambon, Hariani

Ambon, MalukuPost.com – Sejak diberikan kewenangan 2 Juli 2020 oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, hingga saat ini Sampel Covid-19 yang telah diuji tes PCR (polymerase chain reaction) oleh Balai Pengawas Obat Makan (BPOM) di Ambon mencapai lebih dari 17 ribu.

Kepala BPOM Ambon, Hariani, menyatakan sebanyak 17 ribuan sampel itu berasal dari 11 kabupaten/kota ditambah dengan Rumah Sakit (RS) di Kota Ambon, yaitu RSUP dr. J. Leimena, RSUD dr. Haulussy, Rumkit Tk II dr.J.A.Latumeten, dan RS Bhayangkara.

“17 ribu sampel dimaksud bukan berasal dari 17 ribu orang, melainkan dari sampel pasien Covid-19 di yang menjalani karantina terpusat maupun isolasi mandiri yang diambil berulang kali mulai dinyatakan positif sampai negatif atau sembuh dari Covid-19,” ujarnya di Ambon, Kamis (20/05/2021).

Hariani katakan, 17 ribu lebih sampel itu kalau pasien yang menjalani karantina terpusat atau isolasi mandiri sudah dinyatakan positif nanti ada swab berikutnya, itu termasuk swab berikutnya bukan berarti ada 17 ribu orang tetapi dari sampel.

“Dalam sehari, sampel yang diuji mencapai 150 mulai Senin-Sabtu oleh, dengan tenaga penguji enam orang dari sebelumnya 10 orang,” ungkapnya.

Hariani mengakui, sampel yang diuji di tahun 2021 mengalami penurunan dari tahun 2020. Dikarenakan program vaksinasi yang gencar dilakukan pemerintah dan satgas, termasuk kepada tenaga kesehatan.

“Walaupun menuruun bukan mencermikan kasus tidak ada, bisa juga karena tracing menurun karena tenaga kesehatan lagi sibuk vaksinasi,”tandasnya.

Hariani mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas, sehingga upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah bersama satgas dapat berjalan dengan baik, dan secara perlahan kasus Covid-19 menurun.

“Tanpa dukungan masyarakat upaya yang dilakukan pemerintah dan satgas sia-sia. Untuk itu, mari kita bersatu padu, bergandeng tangan dalam melakukan pencegahan covid-19,”pungkasnya.

Pos terkait