Dana BOS Provinsi Maluku-Papua Naik 40-100 Persen

Ambon, MalukuPost.com – Dunia pendidikan di Indonesia Timur, terkhususnya Provinsi Maluku dan Papua kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia, Nadiem Makarim menyatakan kebijakan transformasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) majemuk yang dilakukan per anak berdasarkan indek kemahalan, dana BOS Maluku bersama Papua kini naik 40-100 persen.

“Di Maluku-Papua untuk membangun ruang kelas tiga kali lebih mahal, mengirim buku dari jakarta dua kali lebih mahal, sekarang anak-anak di kepulauan Maluku-Papua naik dana BOS 40-100 persen,”ujarnya dalam siniar (prodcast) bersama Presiden Joko Widodo, melalui akun youtube Kemendikbud.

Nadiem katakan, dalam penyalurannya dana BOS tidak lagi di transfer melalui pemerintah daerah, tetapi langsung ke sekolah-sekolah.

“Dana BOS yang tadinya suka datang telat di daerah, kita lewat pemerintah daerah langsung transfer ke sekolah, biar kepala sekolah tidak perlu nalangi dulu. Biasanya minjam sama orang tua sekarang alhamdulilah transfer langsung,”ungkapnya.

Dijelaskan Nadiem, penyaluran dana BOS langsung sekolah, agar kepala sekolah bisa fleksibilitas dalam penggunaan dana BOS, baik untuk membeli kebutuhan buku, digital, makser, bahkan kebutuhan perahu untuk memyeberangi anak-anak di daerah kepulauan seperti Maluku.

“Terobosan lainnya, yakni kami telah bekerjasama dengan Menteri Kominfo untuk memastikan sekolah menjadi prioritas untuk koneksi internet, terutama di daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T),” tandasnya.

Nadiem menambahkan, dirinya sementara mempersiapkan program distribusi laptop terbesar, sehingga anak-anak dan guru-guru kota bisa mengakses internet di sekolah didukung proyektor dan wifi.

“Harapannya dalam satu atau dua tahun kedepan puluhan ribu sekolah akan menerima paket laptop dimaksud,”pungkasnya.

Pos terkait