Latupono Berharap Kebijakan Strategis Wali Kota Ambon Tinggalkan Bekas Yang Baik

  • Whatsapp
Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono

Ambon, MalukuPost.com – Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono berharap kebijakan-kebijakan strategis yang dikeluarkan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy di akhir masa jabatan lebih baik.

“Sisa satu tahun ini mudah-mudahan kebijakan-kebijakan yang strategis bisa memimpin kota ini di akhir masa jabatan dengan baik. Dan kami selalu mendukung seluruh kebijakan-kebijakan pemerintah yang endingnya kepada masyarakat,”ungkapnya di Ambon, Senin (24/05/2021).

Latupono juga mengapresiasi secara positif hubungan kemitraan antara pemerintah kota Ambon dengan DPRD setempat, serta pelayanan pemerintah terhadap masyarakat dari waktu ke waktu yang semakin baik.

“Yang pertama hubungan kemitraan pemerintah dengan DPR dari waktu ke waktu semakin baik. Kemudian dengan pengajian-pengajian yang diberikan, yah kita mengapresiasi secara positif. Karena ini akibat pelayanan pemerintah kota terhadap masyarakat dari waktu ke waktu yang semakin baik,” katanya.

“Tapi kalau ada yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat, DPRD selaku lembaga pengawasan tetap akan mengkritisi kebijakan yang tidak pro kepada masyarakat,” katanya menambahkan.

Terkait angka kemiskinan di kota Ambon, Latupono menegaskan agar pemerintah segera menurunkan angka kemiskinan tersebut, sehingga meninggalkan bekas yang baik kepada masyarakat.

“Ada sekitar empat persenlah angka kemiskinan yang ditampilkan dalam data Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk itu, di sisa masa jabatan Wali Kota, minimal semua program kegiatan diarahkan untuk menekan angka kemiskinan. Artinya, guna apa pengambilan sekian ratus tapi angka kemiskinan masih ada,” tandasnya.

Latupono menambahkan, yang paling penting menyangkut ketersediaan air bersih belum di intervensi dengan baik oleh pemerintah. Karena ketika musim kemarau, mengakibatkan terjadinya krisis air bersih.

“Itu yang DPRD sudah dorong untuk minimal membuat survei potensi sumber-sumber air yang baru di lima kecamatan. Kemudian yang berikut membuat bendungan air di potensi sumber air tersebut. Karena ini berkelanjutan dari waktu ke waktu. Dan kalau ini dilakukan pemerintah, saya pikir masyarakat akan senang,” pungkasnya.

Pos terkait