“AS” Oknum Mahasiswa Pelaku Aborsi Terancam 10 Tahun Penjara

  • Whatsapp

Ambon, MalukuPost.com – Dari hasil penyidikan, Polisi akhirnya menetapkan seorang wanita AS (18) mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Ambon, Maluku, sebagai tersangka dalam kasus aborsi, menindaklanjuti laporan polisi nomor : LP-A/22/V/2021/Maluku/Resta Ambon/Sek Leihitu, tanggal 24 Mei.

“Untuk tersangka telah ditangkap 27 Mei 2021 dan ditahahn di rutan Mapolsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS), untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,”ujar Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon Pp Lease, Ipdu Izack Leatemian di Ambon, Selasa (01/06/2021).

Leatemia menandaskan, terhadap perbuatannya tersangka disangkakan dengan pasal 77A UU. RI Nomor 35 thn 2014, tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 thn 2002 Tentang Perlindungan Anak dan atau Menggugurkan atau mematikan kandungan Pasal 346 KUHP.

“Untuk ancaman hukuman 10 tahun penjara,”ungkapnya.

Sekedar diketahui, perbuatan tidak manusiawi terjadi Senin 24 Mei pukul 17.00 WIT di pesisi pantai kompleks bintang, Negeri Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Janin bayi tujuh bulan berjenis kelamin laki-laki ini ditemukan oleh dua orang anak laki-laki SL dan ARL yang sedang bermain di sekitar lokasi penemuan.

Selanjutnya penemuan bayi tersebut dlaporkan kepada saksi RU sehingga janin bayi tersebut diangkat menuju darat dan diletakkan di atas Talud (tembok penahan ombak). Kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Leihitu.

Setelah pihak Kepolisian berkordinasi dengan Unit Identifikasi Polresta Pulau Ambon kemudian dilakukan olah TKP dan selanjutnya janin bayi tersebut d bawa k RSUD Dr. Haulussy Ambon.

Pos terkait