Dukcapil Kepulauan Tanimbar Akui Terjadi Peningkatan Pencapaian Pelayanan

  • Whatsapp

Saumlaki, Malukupost.com – Kepala dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) kabupaten Kepulauan Tanimbar, Julius Sumanik menyatakan hingga kini telah terjadi peningkatan kepedulian masyarakat di wilayah tersebut terhadap pengurusan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil seperti perekaman KTP elektronik, kartu KK, Kartu Identitas Anak (KIA) hingga nikah sipil. Hal ini menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi peningkatan prosentase pencapaian pelayanan dinas Dukcapil.

“Salah satu pelayanan Dukcapil yang penting, real dan rutin itu adalah perekaman KTP. Awal tahun 2021 ini sedikit mengalami peningkatan. Pada tahun 2020 masih 91%, namun sejak awal Januari hingga Juni 2021 naik menjadi 95,81%,” ujarnya di Saumlaki, Kamis (3/6/2021).

Kepala dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) kabupaten Kepulauan Tanimbar, Julius Sumanik
Kepala dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) kabupaten Kepulauan Tanimbar, Julius Sumanik

Julius katakan, peningkatan itu terjadi karena adanya pelaksanaan program Saber atau sapu bersih dan atau jemput bola. Dalam program Saber, pihak Dukcapil bersinergi dengan setiap pemerintah desa dan melakukan pelayanan perekaman ke setiap desa.

“Jadi peningkatannya cukup signifikan, sekarang naik dan mendekati 96%. Dan pada akhir tahun 2021 ini harus naik menjadi 98%. Itu karena target yang telah ditetapkan oleh Kementrian Dalam Negeri, Dirjen Kependudukan Pencatatan Sipil,” ungkapnya.

Dijelaskan Julius, pihaknya masih membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk memperlancar proses pelayanan di setiap desa. Pemerintah desa (Pemdes) harus menyampaikan kepada masyarakat minimal sehari sebelum kedatangan Dukcapil ke desa yang telah dijadwalkan untuk melakukan perekaman KTP Elektronik, Kartu KK, KIA dan nikah sipil.

“Tak hanya Pemdes, pimpinan gereja dan Masjid juga diharapkan dapat membantu menyampaikan kepada setiap jemaatnya agar pada hari pelaksanaannya, masyarakat berbondong-bondong datang untuk mengikuti pelayanan itu,” katanya.

Menurut Julis, Hingga kini, pihaknya belum melakukan pelayanan secara optimal di desa-desa yang berada di kecamatan Wuarlabobar, Kecamatan Selaru, Kecamatan Molo Maru dan di kecamatan Wermaktian.

“Kami berharap, empat kecamatan itu merupakan penyuplai sisa prosentasi itu. Katakanlah kira tambah 2% lagi maka kita ada di angka 97 atau 98 %,” imbuhnya.

Julius menambahkan, setiap kabupaten dan kota di Indonesia wajib berada pada angka 99%.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh, di Maluku target tersebut baru dicapai oleh kota Ambon, Kabupaten Maluku Tenggara dan Maluku Tengah,” pungkasnya.

Pos terkait