Pemkot Ambon Dorong Masyarakat Daftarkan Usaha Perikanan Dapatkan Kartu KUSUKA

  • Whatsapp
Kadis Kelautan dan Perikanan Kota Ambon, Feberien Maail
Kadis Kelautan dan Perikanan Kota Ambon, Feberien Maail

Maail: Pendaftaran kartu KUSUKA Tidak Dipungut Biaya

Ambon, MalukuPost.com – Kementrian Kelautan dan Perikanan beberapa tahun terakhir sedang mendata pelaku usaha perikanan baik di Ambon maupun Maluku menjadi satu data pelaku usaha perikanan se-Indonesia dengan mengeluarkan kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA).

Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan Kota Ambon, Feberien Maail menyatakan, Pemerintah Kota mendorong para pelaku usaha yang bergerak di bidang kelautan dan Perikanan untuk segera mendaftarkan usahanya untuk mendapatkan kartu KUSUKA yang bakal berguna kedepan nanti jika ada bantuan dan tidak dipungut biaya.

“Kita harap seluruh pelaku usaha perikanan di Ambon bisa mendaftarkan secara online atau pffline melalui dinas perikanan dan tidak dipungut biaya,” ujarnya di Ambon, Kamis (03/06/2021).

Dijelaskan Maail, ketika memiliki kartu Kusuka dan apabila ada bantuan dari kementerian maka data penerima tersebut sudah tercover di data nasional sehingga tepat sasaran sebagai pelaku usaha perikanan baik usaha nelayan tangkap, nelayan budidaya, kelompok pemasaran hasil perikanan, bahkan pengolah hasil perikanan.

“Jadi misalnya ikan asar, ikan asap ataupun bakso ikan, kalau dia punya aktivitas itu bergerak di bidang perikanan itu bisa didata di situ, nah pentingnya juga kita punya pelaku usaha perikanan atau kusuka ini supaya kita punya data real kondisi usaha mereka,” ungkapnya.

Menurut Maail, pihaknya menemukan banyak yang belum terjaring karena rasa pesimis dari masyarakat yang merasa tidak murni sebagai pelaku usaha perikanan karena mempunyai pekerjaan sambilan, sehingga tidak ikut melakukan pendataan.

“Namun jika ada bantuan dari pemerintah maka orang-orang ini tidak mendapatkannya karena tidak terdata sebagai pelaku usaha padahal secara real mereka bekerja di bidang perikanan,” tandasnya

Maail menambahkan, yang paling penting diharapkan untuk para pelaku usaha perikanan memberikan data yang benar supaya dinas bisa mengentri data tersebut, secara nasional karena harus berbasis NIK dan harus sesuai dengan kartu kependudukan supaya bisa terinput.

“Kita dorong agar masyarakat mari buat kartu KUSUKA, yang penting datang dengan data valid, dan tidak dipungut biaya,” pungkasnya.

Pos terkait