Saidna: Tangani Korban Kebakaran Ongkoliong Terkendala Pembagian Kewenangan

  • Whatsapp

Pertanyakan Janji Sekkot 15 Juta Bagi Warga Yang Rumahnya Terbakar

Ambon, MalukuPost.com – Sekretaris Komisi I DPRD Kota Ambon, Saidna Azhar Bin Tahir, menyatakan pembagian kewenangan antara Kota dan Provinsi terkait bencana alam dan bencana non alam menjadi kendala dalam pembahasan masalah pada rapat bersama Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Sekertaris Camat Sirimau, dan Sekertaris Desa Batu Merah, membahas keluhan warga Batu Merah, Kota Ambon yang menjadi korban dari peristiwa kebakaran di Ongkoliong, beberapa waktu lalu di ruang Paripurna DPRD Kota Ambon, Selasa, (29/06/2021).

“Saat rapat kendala kita adalah ada pembagian kewenangan antara kota dan provinsi berkaitan dengan bencana alam dan non alam, sehingga dalam rapat tadi telah diputuskan, kita akan memanggil ulang rapat dengan warga bencana non alam tersebut,”ujarnya.

Sekertaris Komisi I DPRD Kota Ambon, Saidna Azhar Bin Tahir
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Ambon, Saidna Azhar Bin Tahir

Dijelaskan Saidna, bukan saja mengundang warga yang terkena bencana, namun DPRD Kota Ambon akan mengundang Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi agar bisa mengetahui sudah sejauh mana langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah baik kota maupun Provinsi. Selain itu, mengingat sudah satu tahun lebih bencana kebakaran ini terjadi, dirinya menduga tidak ada keseriusan dari Pemerintah Daerah untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

“Sudah setahun lebih kondisi warga yang mengalami bencana kebakaran, masih menempati tenda-tenda yang dibuat sementara oleh pemerintah daerah, yang juga kondisi sudah mulai bocor-bocor. Lalu dimana rasa kemanusiaan dari pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan masalah ini,”katanya.

“Misalnya tadi, disampaikan bahwa ada ketidaksepakatan antara warga dengan pemerintah daerah berkaitan dengan persyaratan relokasi. Buat saya warga sudah sampaikan apapun kebijakan pemerintah akan dipatuhi termasuk relokasi. Masalahnya adalah mereka bertanya-tanya mau direlokasi ke mana? jangan cuman menyampaikan lokasi air besar tetapi tidak tahu letaknya dimana,” katanya lagi.

Saidna menandaskan, pihaknya mendorong agar persoalan itu agar dapat didiskusikan bersama guna terciptanya kesepakatan yang baik.

“Warga maunya seperti apa Pemda maunya seperti apa supaya tidak terlarut-larut,” ujarnya.

Saidna juga mendesak dan mempertanyakan pemerintah Kota Ambon terkait janji dari Sekertaris Kota (Sekot) Ambon, yang akan memberikan bantuan sebesar 15 juta kepada warga yang rumahnya terbakar.

“Kebetulan tadi Dinas perumahan dan pemukiman tidak hadir maka kita tidak bisa dapat informasi, kenapa sekot berani menjanjikan itu, karena itu akan menjadi pegangan yang besar bagi warga karena dia tidak mau tahu soal kewenangan kota maupun provinsi,” tegasnya.

Pos terkait