Tiga Kawasan Di Kota Ambon Longsor, Satu Rumah Ambruk Ke Jurang

  • Whatsapp

Ambon, MalukuPost.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Maluku, mencatat terjadi longsor di tiga lokasi berbeda saat hujan mengguyur daerah tersebut pada minggu 20 Juni 2021 lalu.

Kepala BPBD Kota Ambon, Demy Paays dikonfirmasi, Senin (21/06/2021) malam menyatakan kawasan dimaksud, yaitu Kawasan Kebun Cengkeh RT/RW: 04/009 Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kawasan Nania, Kecamatan Teluk Ambon dan Kawasan Dusun Tuni, Kecamatan Nusaniwe.

“Yang paling parah terjadi di Kebun cengkeh yakni bangunan dua lantai ambruk, dan menyebabkan dua orang luka-luka. Sedangkan di kawasan Tuni dan Nania tidak sampai merusak rumah warga,”ungkapnya.

Demy katakan, terhadap peristiwa bencana alam tersebut, bantuan tanggap darurat telah diberikan. sembari mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah lereng bukit maupun bantaran sungai untuk selalu waspada dimusim hujan seperti saat ini, yang diperkirakan akan berlangsung hingga awal Agustus.

“Bilamana ada hujan dengan intensitas tinggi, masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana lebih baik melakukan evakuasi mandiri,”pintanya.

Rumah Ambruk ke Jurang di Kebun Cengkeh

Sementara itu Peristiwa longsor di Kebun Cengkeh RT/RW: 04/009 Desa Batu Merah mengakibatkan dua orang luka parah, yaitu pemilik rumah Briptu Rifki Fauzi Soulissa mengalami patah tulang pada lengan kirinya, sementara kerabatnya, Akbar Eli masih sementara dirawat di RS Bhayangkara.

Kepada wartawan, Briptu Rifki menjelaskan sebelum rumahnya dilanda longsor, ia sementara bersantai sambil merokok di lantai dua rumah dekat kamar mandi. Sekitar pukul 23:45 WIT Minggu tengah malam ketika hujan mulai berhenti, tiba-tiba terdengar suara sambaran petir dan seketika bangunan rumahnya ambruk.

Naasnya, karena kejadian yang terjadi itu sangat cepat, dia dan kerabatnya tak sempat menyelamatkan diri keluar rumah sehingga ambruk bersama bangunan rumah ke jurang.

“Tiba-tiba guntur (suara sambaran petir) langsung satu kali talapas (ambruk) itu,”ceritanya.

Briptu Rifki mengaku dia tertimbun dinding beton dan juga lemari, namun masih sadarkan diri. Selang beberapa menit, keluarga dan warga sekitar menolong mereka dan dilarikan ke RS. Bhayangkara untuk diberi pertolongan medis.

Pos terkait