DPRD Ambon Nilai Pemkot Tak Serius Proses Revitalisasi Pasar Mardika

  • Whatsapp
Wakil ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Harry Far Far

Ambon, MalukuPost.com – Wakil ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Harry Far Far menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon tidak serius dalam proses revitalisasi pasar Mardika. Hal itu didasarkan dari informasi mengenai aliran listrik yang hampir delapan bulan ini, tidak masuk di lapak-lapak yang akan ditempati pedagang.

“Ini membuktikan bahwa tidak ada koordinasi yang baik antara pemkot dalam hal ini Dinas Perindustrian dan juga PLN. Padahal, dalam sepengetahuan kami, proses relokasi ini awalnya dijanjikan gratis. Nah ini kan bukan statemen kami dari DPR tapi ini kebijakan yang diambil oleh Walikota yang ditindaklanjuti oleh Dinas. Namun ternyata itu tidak gratis juga. Sekarang tantangan baru lagi, lapaknya tidak layak huni, tidak dialiri listrik lalu lingkungannya tidak sehat, tidak steril karena banyak sampah,”ungkapnya di Ambon, Jumat (30/07/2021).

Menurut Harry, ada beberapa pasar yang akan di tindak lanjuti, salah satunya ialah pasar apung yang harus di lihat secara serius oleh Pemerintah kota Ambon dalam hal ini Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag).

“Dalam proses relokasi saja sudah menyusahkan pedagang dalam hal-hal begini seharusnya lewat koordinasi yang baik saja lalu diselesaikan, bagaimana jalan keluarnya. Ini bahkan beritanya sudah hampir 2 bulan tapi buktinya sampai hari ini tidak ada langkah riil yang diambil oleh Disperindag. Oleh sebab itu, ini akan jadi agenda komisi bersamaan dengan pasar Waiheru yang kemarin ada laporan resmi,” tegasnya.

Hary menandaskan, tidak menutup kemungkinan sebelum dilakukan rapat resmi dirinya bersama komisi akan on the spot, guna memastikan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemkot Ambon. Apakah sesuai kesepakatan bersama dalam proses relokasi itu, uang-uang sewa lost, lingkungan sekitar, keamanan dan sebagainya.

“Hal Ini harus dijamin oleh Pemkot Ambon dan merupakan tugas dari pemkot Ambon, karena sampai hari ini yang ia lihat dalam proses revitalisasi pasar Mardika, pemkot Ambon terkesan sangat menutup diri dan tidak terbuka, bahkan tidak transparan,” katanya.

“Ini proses tendernya sudah sampai di mana, tidak ada informasi yang jelas juga bagi para pedagang. Padahal dalam proses ini Pemkot harus terbuka melalui Disperindag harus dijelaskan dengan baik kepada para pedagang supaya tidak ada polemik-polemik di antara para pedagang apalagi melalui proses pengundian yang sudah mulai berjalan ini,” katanya lagi.

Harry bahkan mengusulkan untuk dibuka 1 posko pengaduan, supaya semua hal yang mengenai proses revitalisasi terkait keamanan, kebersihan dan sebagainya serta informasi-informasi yang ingin diterima oleh para pedagang, dapat diketahui.

“Didalamnya ini ada disperindag, satpol PP dan pihak kepolisian karena dalam proses revitalisasi harus ada kordinasi yang baik dan usulan ini akan saya bawa dalam rapat internal fraksi supaya menjadi rekomendasi fraksi,” pungkasnya.

Pos terkait