Ini Sebaran Bencana Dan Infrastruktur Rusak Di Ambon Dan Malteng

  • Whatsapp

Ambon, MalukuPost.com – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di Maluku mengakibatkan terjadinya banjir dan tanah longsor, sehingga berdampak terendamnnya saran dan prasarana (Sarpras), pemukiman masyarakat hingga kerusakan dan kerugian harta benda.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Henry Far Far menyatakan berdasarkan data yang dihimpun, untuk Kota Ambon sebaran bencana banjir maupun tanah longsor hampir merata terjadi di lima kecamatan.

Kecamatan Nusaniwe banjir terjadi di jembatan batu benteng, hative kecil tiga lokasi, Soya, Waihoka, Batu Merah empat lokasi, salah satunya di RT003/RW020 mengakibatkan satu kepala keluarga mengungsi, Latta, Hallong tiga lokasi, Lateri tiga lokasi, negeri lama, Waiheru, Hatiwe Besar dan Tihu.

Sedangkan tanah longsor terjadi batu gajah ada empat lokasi, batu meja ada satu lokasi, skip, Ay Patty, Hative Kecil ada 13 lokasi, Skip, ahuru dua lokasi, kampung rinjani, Wayori desa passo ada dua lokasi, batu koneng, Hallong, tikungan jalan mako brimob tantui, Hatiwe besar dan batu koneng, dan pohon tumbang di jalan penghubung Hukurila.

Sementara itu di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), banjir dan longsor terjadi di Negeri Lima, Kecamatan Leihtu dan Negeri Allang, Kecamatan Leitimur Selatan.

“Ini sebaran bencana terjadi dari tanggal 10-11 Juli,”ujarnya saat dikonfirmasi media ini melalui via telepon di Ambon, Selasa (13/07/2021).

Dijelaskan Henry, infrastruktur dan rumah warga yang rusak, terjadi di ruas jalan dan jembatan desa Hallong Air Besar rusak berat, satu jembatan penyebrangan Desa Allang dengan panjang 10 meter dan lebar meter rusak berat atau ambruk, talud pengaman sungai desa Galala sepanjang kurang lebih 30 meter rusak ringan, talud pengaman gedung LPMP sepanang kurang lebih 15 meter rusak berat, serta satu unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, dan lima rumah ringan di Negeri Lima.

“Menindaklanjuti hal tersebut, telah menugaskan bidang kedarurataan dan logsistik untuk mengerahkan personil pusdalops melaksanakan kaji cepat di lokasi dengan melakukan koordinasi komunikasi bersama BPBD kota Ambon dan menyerahkan bantuan penanganan terhadap keluarga terdampak. Kemudian pembersihan sisa-sisa material oleh Polsek Baguala terhadap bencana di waiheru,” bebernya.

Menurut Henry, BPBD Kota Ambon juga telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi bersama instansi teknis terkait lainnya guna melaksanakan indaklanjut penanganan terhadap keluarga terdampak bencana.

“BPBD kota Ambon telah memberikan bantuan penanganan awal kepada keluarga terdampak banjir dan tanah longsor,”ungkapnya.

Henry menambahkan, terhadap infrastruktur yang rusak, Dinas PUPR Maluku telah menugaskan tim ke lokasi kejadian untuk penanganan lanjutan.

“Dari hasil diatas BPBD Maluku telah mengeluarkan rekomendasi agar proses pendataan terhadap korban banjir dan tanah longsor di wilayah Maluku khususnya di Kota Ambon dan Maluku tengah harus dilaporan untuk penangana lanjutan,”pungkasnya.

Pos terkait