31 Kapal Nelayan Ilegal Ditangkap Di Perairan Maluku

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Abdul Haris

Ambon, MalukuPost.com – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Abdul Haris menyatakan sebanyak 31 Kapal nelayan ilegal asal Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara ditangkap di perairan Maluku, karena tidak memiliki surat izin penangkapan ikan (SIPI).

“Penangkapan 31 kapal nelayan ilegal ini setelah dilakukan patroli bersama terhitung Juli 2021 lalu,”ujarnya saat dikonfirmasi media ini di Ambon, Rabu (25/08/2021).

Dijelaskan Abdul, puluhan kapal nelayan ilegal yang ditangkap langsung dibawa ke Pelabuhan Perikanan Nusantara Dumar, Kota Tual, untuk dilakukan pembinaan sekaligus menandatangani surat pernyataan diatas meterai. Apabila tertangkap lagi dan belum miliki izin maka akan langsung diproses hukum.

“Sekarang ini kita lagi berikan pembinaan, tapi kan sudah terdaftar tuh, nama kapalnya apa, ukuran GT berapa, kaptennya siapa, data itu kan ada pada kita, kalau tertangkap lagi, kita proses hukum sesuai regulasi,” katanya.

“Kita kan punya pengawas perikanan dan Penyidik PPNS, kita sudah arahkan mereka supaya PPNS dan pengawas perikanan berikan pembinaan dan buat surat pernyataan,”katanya lagi sembari menambahkan saat ini seluruh kapal nelayan ilegal tersebut telah dipulangkan ke daerah asalnya.

Sekedar tahu, kapal nelayan ilegal ini selain mencari telur ikan, juga menangkap pelagis kecil seperti lema, komo, kawalinya, momar, pelagis besar seperti tuna, tongkol, cakalang, tenggiri bisa.

Diberitakan sebelumnya, kehadiran kapal nelayan illegal Andon selain berdampak terhadap penghasilan nelayan lokal, juga mengakibatkan pencemaran pada kawasan konservasi taman laut Kei Kecil, Maluku Tenggara.

Pencemaran akibat pembuangan sampah organik maupun non organic dari Kapal Andon ini, dibuktikan saat World Wild Life Fund for Nature (WWF) Indonesia melakukan penyelaman beberapa waktu lalu di seputar kawasan konservasi.

Pos terkait