Ambon, MalukuPost.com – Pengurus Besar Himpunan Keluarga Besar Hena Lima (PB HKBHL) melalui Bidang Pendidikan dan Pemberdayaan SDM, menggelar simulasi Computer Assited Test (CAT) untuk seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Berdasarkan pantauan media ini, simulasi itu diikuti 30 peserta asal Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, dari berbagai latar belakang pendidikan. Menghadirkan Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Unpatti Ambon, Dr. Tjantje Tjiptabudi, SH, M.Hum sebagai pemateri.
Simulasi CAT itu dilaksanakan hingga 27 Agustus 2021, di lantai III Ruang Computer Based Test (CBT) Kampus B STIKes Maluku Husada.
Ketua Umum PB HKBHL Hamdan Tunny mengatakan, simulasi dilakukan untuk persiapan seleksi CPNS yang diperkirakan akan dilaksanakan pada September tahun 2021.
“Pada simulasi ini, peserta mengikuti tes seperti tes CPNS pada umumnya,”ujarnya, di Ambon, Rabu (25/08/2021).
Menurut Hamdan, simulasi itu akan menjadi pengalaman bagi peserta dalam menjawab pertanyaan, juga sebagai uji coba untuk mengenal fasilitas komputer yang akan digunakan untuk menghadapi tes, serta mengetahui gambaran mengenai soal CPNS dan pengisiannya.
“Apalagi, alat ini (sistem CAT, red.) sebagai sarananya. Kalau tidak mengenal pasti bakal bingung,” tandasnya.
Hamdan berharap, peserta dapat lebih mempersiapkan diri jelang mengikuti seleksi CPNS meskipun telah mengikuti simulasi. Persiapan yang dimaksud Ketum adalah tetap belajar, berlatih dan konsultasi dengan mantan peserta yang sudah menjadi PNS.
“Anak-anak lulus CPNS adalah kepuasan kami. Mereka adalah generasi emas yang nantinya akan merubah paradigma berpikir masyarakat sesuai perkembangan zaman,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unpatti Ambon, Jantje Tjiptabudi dalam paparannya sebagai pemateri, menerangkan perihal Tes Karakteristik Kepribadian (TKP).
“TKP merupakan salah satu tes dalam SKD CPNS 2021, yang digunakan untuk menguji karakteristik peserta tes. Tes ini berisikan serangkaian soal-soal yang mengharuskan peserta memilih tindakan tertentu. Tidak ada jawaban benar atau salah dalam soal TKP,”bebernya.
Jantje katakan, mengenai Tes Intelegensia Umum (TIU), tujuan dilaksanakannya ujian itu adalah untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan kemampuan verbal, kemampuan numerik dan kemampuan figural.


