Hakim PN Ambon Vonis Terdakwa Pembuat Surat Antigen Palsu

  • Whatsapp
ilustrasi

Ambon, MalukuPost.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon menjatuhkan vonis satu tahun penjara terhadap Hawa Angkotasan yang merupakan pegawai di RSUD dr Ishak Umarella Tulehu dan Siti Salampessy selaku karyawan swasta, dua dari enam terdakwa kasus tindak pidana pemalsuan surat uji usap antigen dan GeNose.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melanggar pasal 263 ayat (1) dan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” kata ketua majelis hakim, Julianty Wattimury didampingi Orpha Marthina serta Novita Salmon, selaku hakim anggota di Ambon, Selasa (19/20/21).

Hal yang memberatkan kedua terdakwa karena perbuatan mereka sama sekali tidak mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi tingkat penyebaran virus corona, dan perbuatan mereka dapat mengakibatkan terjadinya penyebaran virus. Selain itu para terdakwa juga berbelit-belit dalam persidangan.

Sedangkan yang meringankan adalah para terdakwa belum pernah dihukum dan mereka berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Putusan majelis hakim juga lebih ringan dari tuntutan JPU Kejati Maluku, Ester Wattimury, yang menuntut terdakwa dihukum penjara selama satu tahun dan enam bulan penjara.

Atas putusan tersebut, baik JPU maupun terdakwa melalui tim penasihat hukumnya menyatakan menerima. Selain itu dalam persidangan tersebut, majelis hakim yang sama juga menghukum dua terdakwa lainnya atas nama Rusman dan Siti dalam BAP terpisah selama satu tahun penjara.

Pos terkait