Bupati Hanubun Ingatkan OPD Untuk Saling Bersinergi Dalam Pembangunan

Langgur, MalukuPost.com –  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus menyingkirkan ego sektoral dan ego sentris di internal pemerintahan dan tetap bersinergi satu dengan yang lain agar pembangunan di Maluku Tenggara (Malra) dapat berjalan maksimal.

Penryataan tersebut disampaikan Bupati M. Thaher Hanubun pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Malra Tahun 2023 di Langgur, Selasa (23/2/2022).

“Sangat disayangkan, sudah lebih dari tiga tahun kita berproses, namun dalam hal implementasi perencanaan pembangunan, kita belum mampu untuk membangun apa yang disebut sinergi, ego sentris dan ego sektoral,” tandasnya.

Bupati mengungkapkan, hingga kini kerja sama, kolaborasi dan sinkronisasi antarsektor belum terjalin dengan baik di Pemkab Malra. Hal ini menandakan bahwa secara konsep, masih ada OPD yang tidak memahami arah kebijakan pembangunan daerah, bahkan ada yang sengaja untuk tidak menaati kebijakan pembangunan yang ditetapkan.

“Kita setiap tahun menetapkan tema dan fokus pembangunan. Tema itu memiliki fungsi untuk membangun sinergi dan keselarasan dari setiap unit kerja,” katanya.

Bupati Hanubun berharap, pelaksanaan Musrenbang dimaksud dapat menjadi wahana saling konfirmasi dan saling crosscheck antara pemangku kebijakan dan pemerintah daerah.

“Musrenbang ini adalah forum antar pemangku kepentingan yang bertujuan untuk penyelarasan, sinkronisasi dan harmonisasi usulan,” ujarnya.

Untuk diketahui, RKPD tahun 2023 merupakan RKPD terakhir pemerintahan dibawah kepemimpinan Bupati M. Thaher Hanubun dan Wakil Bupati Petrus Beruatwarin yang tertuang dalam RPJMD Malra tahun 2018-2023.

Dengan kondisi pandemi Covid-19 yang melanda tentu sangat berpengaruh terhadap upaya pencapaian target visi dan misi.

Kendati demikian, lanjut Bupati Hanubun, beberapa target kinerja mampu dicapai pihaknya meskipun tidak dapat dipungkiri masih ada pula yang belum tercapai.

“Meskipun demikian, masih ada waktu dua tahun bagi kita untuk bekerja lebih giat. Tahun 2022 adalah momentum penting upaya pencapaian target pembangunan, selanjutnya di 2023, kita sudah harus memastikan tujuan-tujuan strategis tercapai dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” bebernya.

Untuk itu, dirinya telah menginstruksikan agar pada tahun 2023 nanti hal-hal yang harus menjadi prioritas adalah berhubungan dengan upaya pemulihan ekonomi dan penyediaan atau pemenuhan infrastruktur dasar masyarakat.

“Saya ingin menegaskan untuk setiap unit kerja dalam lingkup Pemkab Malra, sesuai tugas dan fungsinya wajib mengupayakan perwujudan kedua maksud tersebut.  Perencanaan tahun anggaran 2023 harus disusun dengan lebih teliti, hal-hal yang bersifat konsumtif, tanpa ada keluaran yang jelas, tidak perlu dianggarkan,” pungkasnya.

Pos terkait