Tampil Dalam Webinar Nasional, Bupati Hanubun Ungkap Keberhasilan Perangi Stunting. (Bagian I)

Bupati Malra Drs. Hi. Muhamad Thaher Hanubun menjadi narasumber dalam Webinar Nasional, kerjasama BKKBN, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri dan Tanoto Foundation. Medan, Sumatera Utara, Rabu (6/7/2022).

Langgur, MalukuPost.com – Bupati Maluku Tenggara (Malra) adalah satu dari tiga kepala daerah (Bupati dan Wali Kota) yang dipilih menjadi narasumber dalam Webinar Nasional tema Generasi Bebas Stunting.

Webinar yang merupakan kerjasama BKKBN, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri bekerjasama dengan Tanoto Foundation tersebut dilaksanakan di Medan Provinsi Sumatera Utara, Rabu (6/7/2022).

Pada kesempatan itu, Bupati Hanubun memaparkan pengalaman keberhasilan Kabupaten Malra dalam percepatan penurunan stunting.

Saat mulai menjabat sebagai Bupati pada Tahun 2018, prevalensi Stunting di Malra sebesar 30 % (satu dari tiga anak menderita stunting).

“Stunting sangat erat dengan kemiskinan. Kantong kemiskinan Malra ada di Pulau Kei Besar. Di Kei Besar Prevalensi Stunting Sangat Tinggi,” kata Hanubun.

Bupati Hanubun menjelaskan, secara efektif pihaknya mulai bekerja untuk memerangi stunting pada tahun 2019.

“Sebelum Maluku Tenggara masuk sebagai lokus Stunting, kami sudah memasukan stunting sebagai salah satu target RPJMD 2018-2023,” ujarnya.

Keseriusan Pemkab Malra dalam memerangi Stunting menuai hasil dan mendapat apresiasi, dimana prevalensinya menurun secara signifikan.

Tahun 2018 prevalensi Stunting berjumlah 30,01%, 2019 (27,01%) , 2020 (22,95%), 2021 (18,64%) dan tahun 2022 (18,55%).

“Itu adalah data untuk Triwulan I. Insya Allah target pemerintah pusat yakni 14 % akan kami capai dengan keseriusan kami,” tandasnya.

“Dalam periode ini juga presentasi Balita dipantau terus meningkat, yakni di tahun 2018 sebesar 80,40%. Balita terpantau kini 2022 mampu ditingkatkan menjadi 89,44%. Jumlah desa lokus yang semakin sedikit, dimana tahun 2020 mulai dari 10 turun menjadi 8 dan sekarang di tahun 2022 ini tersisa 6 desa,” tambah Hanubun.

Bupati Hanubun mengungkapkan, kunci keberhasilan pihaknya berhasil menekan prevalensi Stunting secara cepat adalah dengan membangun komitmen bersama pemerintah pusat

Untuk diketahui, Pemkab Malra telah melakukan Penandatanganan Komitmen Kepala Daerah untuk Konvergensi Penurunan Stunting di Jakarta pada tanggal 3 Oktober 2019.

“Setelah ditandatangani, kemudian kaami masukan kedalam locus penanganan stunting pada tahun 2020-2021 sesuai Keputusan Menteri PPN dan Kepala Bappenas. Kami juga memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan untuk penanggulangan stunting, baik dari APBN, APBD maupun DAK,” bebernya.

Pos terkait