Tual, MalukuPost.com – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tual. Fahri Rahayaan menyataan, tidak ada lagi Desa tertinggal di wilayah Kota Tual.
Menurutnya, saat ini di Kota Tual semakin maju dari aspek ketahanan ekonomi, ketahanan lingkungan dan ketahanan sosial.
”Jadi Kota Tual sudah tidak ada Desa tertinggal masih tetap 10 Desa mandiri hanya Desa Hirit sudah naik status dari tertinggal menjadi berkembang,” ungkap Rahayaan di Tual, Rabu (6/7/2022).
Rahayaan menjelaskan, perangkat indikator yang dikembangkan dalam Indeks Desa Membangun berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju Desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan di mana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan Desa untuk mensejahterakan kehidupan Desa.
Kebijakan dan aktivitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa harus menghasilkan pemerataan dan keadilan, didasarkan dan memperkuat nilai-nilai lokal dan budaya, serta ramah lingkungan dengan mengelola potensi sumber daya alam secara baik dan berkelanjutan.
Dalam konteks ini, lanjut Rahayaan, ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi bekerja sebagai dimensi yang memperkuat gerak proses dan pencapaian tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa.
Indeks Desa Membangun memotret perkembangan kemandirian Desa berdasarkan implementasi Undang-Undang Desa dengan dukungan Dana Desa serta Pendamping Desa.
Indeks Desa Membangun mengarahkan ketepatan intervensi dalam kebijakan dengan korelasi intervensi pembangunan yang tepat dari Pemerintah sesuai dengan partisipasi Masyarakat yang berkorelasi dengan karakteristik wilayah Desa yaitu tipologi dan modal sosial.


