Workshop Public Speaking di Pantai Indah Kiom Bekali Pelajar Kota Tual

Tual, MalukuPost.com – Puluhan pelajar SMA/SMK di Kota Tual mengikuti Public Speaking Workshop yang digelar di Pantai Indah Kiom (PIK), Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda.

Workshop merupakan hasil kolaborasi Taman Baca Nuju Evav (TBNE), Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Kei Book Club, serta Taman Baca BTKB.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Moksen Renwarin, mengatakan kemampuan berbicara di depan umum harus dibarengi dengan semangat belajar dan budaya membaca.

Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh berhenti belajar, harus terbuka terhadap masukan, serta mampu membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

“Seorang pemimpin tidak boleh berhenti belajar. Harus mau mendengar, berdiskusi, dan membangun komunikasi dengan siapa saja yang memiliki kompetensi,” katanya.

Moksen juga mengapresiasi komunitas literasi yang selama ini aktif mendukung peningkatan minat baca di Kota Tual hingga mendapat perhatian di tingkat nasional.

Ia mengajak para pelajar untuk tidak hanya berani tampil di depan publik, tetapi juga memperkaya wawasan agar setiap gagasan yang disampaikan memiliki nilai dan manfaat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kei Book Club, Susana Renel, menyampaikan materi mengenai cara mengatasi hambatan mental saat berbicara di depan umum, seperti rasa gugup, takut salah, malu, kurang percaya diri, hingga trauma masa lalu.

Ia menekankan pentingnya mengubah fokus dari rasa takut menjadi tujuan penyampaian pesan, memahami karakter audiens, serta mempersiapkan materi dengan baik agar komunikasi berjalan efektif.

Sementara itu, Founder Taman Baca BTKB, Ririn Prasetyo, mengatakan kemampuan public speaking merupakan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan, organisasi, karier, maupun kehidupan sosial.

Menurutnya, kemampuan tersebut dapat ditingkatkan melalui latihan secara konsisten, mulai dari penguasaan intonasi, bahasa tubuh, hingga evaluasi penampilan melalui rekaman.

Penggiat Literasi Kota Tual sekaligus Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA), Ahmad Renhoran, mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan bagi pelajar di Kota Tual.

Ia menegaskan kegiatan itu tidak berhenti pada satu pelatihan, tetapi akan dilanjutkan melalui kelas-kelas public speaking dan berbagai program literasi lainnya.

“Ini bukan sekadar formalitas, tetapi upaya membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan agar dapat menjadi barometer peningkatan kualitas pendidikan di Kota Tual,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta praktik langsung public speaking yang diikuti para peserta.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual Ratna Sari Tamher, Kepala Bidang Layanan Perpustakaan Alifuan Amir, Founder Aksara Lyra Batha Maria Tohatta, Founder Taman Baca BTKB Ririn Prasetyo, Guru Pendamping Sekolah Rakyat 74 Kota Tual Maria Kuhuwael, Relawan Literasi Masyarakat Ahmad Renhoran, serta para siswa SMA/SMK di Kota Tual.

Pos terkait