Perumda Panca Karya Bergerak, Kini Giliran Pemprov Maluku Perkuat Modal

AMBON, MalukuPost.com – Langkah Perumda Panca Karya menggandeng Rumah Sakit Ottokuyk Ambon dalam memberikan pelatihan pertolongan pertama bagi Anak Buah Kapal (ABK) mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Kolaborasi tersebut dinilai tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap keselamatan pelayaran, tetapi juga menjadi bukti bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Maluku itu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Akademisi dan pemerhati kebijakan publik, Dr. Hobarth Williams Soselisa, S.Sos., M.Si, menilai inisiatif tersebut menjadi sinyal positif bahwa Perumda Panca Karya memiliki kemauan kuat untuk bertransformasi dan memperkuat perannya sebagai tulang punggung pelayanan transportasi laut di daerah kepulauan.

“Kolaborasi antara Perumda Panca Karya dan RS Ottokuyk bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah bentuk nyata tanggung jawab terhadap keselamatan penumpang sekaligus upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor transportasi laut,” ujar Soselisa, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, sebagai provinsi kepulauan dengan lebih dari 1.300 pulau, Maluku membutuhkan sistem transportasi laut yang tidak hanya menjangkau masyarakat, tetapi juga mampu menjamin aspek keselamatan dan pelayanan dasar bagi para pengguna jasa transportasi.

Pelatihan pertolongan pertama bagi ABK dinilai menjadi langkah strategis karena awak kapal merupakan garda terdepan yang akan berhadapan langsung dengan kondisi darurat di tengah laut. Kemampuan memberikan penanganan awal dapat menjadi faktor penentu keselamatan penumpang sebelum mendapatkan bantuan medis lebih lanjut.

“Ini adalah investasi untuk keselamatan manusia. Apa yang dilakukan Perumda Panca Karya menunjukkan kesadaran bahwa pelayanan transportasi bukan hanya soal mengangkut penumpang, tetapi juga memastikan mereka memperoleh perlindungan selama perjalanan,” katanya.

Namun di balik langkah progresif tersebut, Soselisa mengingatkan bahwa Perumda Panca Karya masih menghadapi tantangan besar, terutama keterbatasan modal yang berdampak pada pengembangan armada, peningkatan kapasitas SDM, dan perluasan jangkauan layanan ke wilayah-wilayah terpencil.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Provinsi Maluku untuk memberikan dukungan yang lebih kuat melalui penyertaan modal sebagai bentuk keberpihakan terhadap pelayanan publik berbasis maritim.

Menurutnya, Perumda Panca Karya memiliki peran strategis sebagai penghubung antarpulau yang mengangkut penumpang, distribusi logistik, kebutuhan pokok hingga mendukung mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan.

“Perumda Panca Karya telah menunjukkan kemauan untuk bergerak dan berinovasi. Kini giliran Pemerintah Provinsi Maluku memberikan dukungan nyata melalui penguatan modal agar perusahaan ini dapat berkembang lebih jauh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyertaan modal akan memberikan ruang bagi perusahaan untuk melakukan pembaruan armada kapal, meningkatkan standar keselamatan pelayaran, memperkuat kompetensi SDM, serta membuka akses transportasi menuju daerah-daerah yang selama ini masih sulit dijangkau.

Lebih jauh, Soselisa melihat kolaborasi dengan RS Ottokuyk dapat menjadi fondasi bagi berbagai inovasi pelayanan publik di masa depan, termasuk pengembangan layanan kesehatan di atas kapal, edukasi keselamatan pelayaran, hingga program kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan.

“Jika didukung dengan modal yang memadai, Perumda Panca Karya berpotensi menjadi model BUMD maritim yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan secara langsung,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Maluku sebagai daerah kepulauan membutuhkan keberanian untuk memperkuat institusi yang telah menunjukkan komitmen dan kinerja nyata.

“Perumda Panca Karya sudah bergerak. Yang dibutuhkan sekarang adalah dukungan pemerintah daerah agar langkah-langkah positif yang telah dimulai dapat berkembang menjadi pelayanan yang lebih besar dan lebih luas bagi masyarakat Maluku,” tandas Soselisa.

Pos terkait