Langgur, MalukuPost.com – Memperingati Hari Nen Dit Sakmas yang ke-4 tanggal 7 September 2022 diwarnai dengan kegiatan Napak Tilas tokoh perempuan Kei yang tersohor tersebut.
Kegiatan yang didominasi kaum perempuan Kei dari usia muda hingga ibu-ibu rumah tangga tersebut dikoordinir oleh Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).
Napak tilas mengisahkan kembali sejarah hidup dan perjalanan Nen Dit Sakmas (tokoh wanita Kei) yang menjadi cikal-bakal lahirnya Hukum Adat Larvul Ngabal tersebut, dimulai dari Ohoi (Desa) Letvuan, Senin (5/9/2022).
Tokoh sentral Nen Dit Sakmas diperankan oleh Jesina Josefa Inuhan (16), siswi kelas 3 SMK Kesehatan Romel Tual.
Kepada MalukuPost.com saat dihubungi lewat telepon selulernya, Rabu (7/9/2022), siswi yang akrab dipanggil Jesi tersebut mengungkapkan perasaannya saat melakoni figur Nen Dit Sakmas dalam napak tilas dimaksud.
“Saya rasa bangga dan bersyukur dipilih sebagai pemeran Nen Dit Sakmas. Saya ditunjuk oleh keluarga besar (mata rumah/marga Inuhan) untuk peran ini,” kata Jesi.
Menurutnya, melakoni sosok tokoh perempuan Kei yang luhur, Nen Dit Sakmas, adalah sebuah anugerah tersendiri.
“Bagi saya, ini adalah sebuah anugerah. Dipilih oleh mata rumah sebagai pemeran Nen Dit Sakmas bukanlah sesuatu yang biasa, karena harus melalui rapat (pertemuan adat mata rumah/marga) keluarga besar (keluarga Inuhan-ohoi Letvuan), baru bisa diputuskan siapa yang bisa berperan sebagai Nen Dit Sakmas,” bebernya.
Puteri cantik pasangan Jefferson Inuhan dan Emiliana Jamlean ini tampil menawan dan menunaikan tugas yang mulia tersebut dengan maksimal.
“Pesan saya kepada seluruh perempuan Kei agar dapat mempedomani seluruh kehidupan Nen Dit Sakmas teristimewa menjaga harkat dan martabat, dan menjunjung tinggi Hukum Adat Larwul Ngabal,” tandasnya.
Untuk diketahui, sebelum melakukan perjalanan, dilakukan ritual adat oleh pemangku adat setempat.
Dengan mengenakan pakaian adat khas perempuan Kei tempo dulu dan sambil berjalan kaki, Jesi dan peserta napak tilas kemudian menyusuri beberapa tempat di Ohoi Letvuan, diantaranya rumah adat dan juga Woma Reer Latvuan.
Selanjutnya, Jesi bersama seluruh peserta napak tilas melakukan perjalanan ke makam Rat (Raja) Ohoivuur yang adalah Ayah dari Nen Dit Sakmas untuk meminta restu.
Setelah melakukan seluruh rangkaian prosesi adat, peserta napak tilas selanjutnya dilepas pemangku adat menuju beberapa lokasi di ohoi-ohoi berbeda di daratan Kei Kecil yang menjadi tempat singgah Nen Dit Sakmas semasa hidupnya diantaranya ohoi Danar, Elar, Rumat dan Wain.
Sepanjang perjalanan melewati beberapa ohoi tersebut, peserta napak tilas juga menyinggahi tempat-tempat sakral (vul vulik) yang didampingi pemangku adat setempat.
Prosesi napak tilas tersebut berakhir di lokasi makam Nen Dit Sakmas yang terletak di Ohoi Semawi.


