Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Siswa SMAN Siwalima Ambon Dibawa ke RS

Ambon, MalukuPost.com – Puluhan siswa pelajar SMA Negeri Siwalima Ambon, diduga mengalami keracunan makanan.

Dugaan sementara, para pelajar yang mengenyam pendidikan di salah satu Sekolah unggulan Kota Ambon ini, mengalami keracunan saat makan siang.

Hal ini disampaikan Kapolsek Baguala, AKP Meity Jacobus kepada wartawan di Ambon, Jumat (18/11/2022).

“Sesuai data dari Puskesmas Nania, rata-rata para siswa pelajar mengalami keluhan mual-mual, kepala pusing, muntah dan buang-buang air,” ungkap Kapolsek.

Berdasarkan keterangan salah satu siswa bernama Prety Masella, selesai makan siang bersama pada Kamis (17/11/2022) sekira pukul 13.00 WIT, malamnya ia merasa lemas dan mau muntah.

Selanjutnya, sekitar pukul 20.00 WIT, yang bersangkutan makan malam bersama dengan menu sop kacang hijau dan telur dadar. Namun, pada saat menikmati makanan yang bersangkutan mengalami kepala pusing, rasa mual disertai rasa mau muntah.

“Kemudian pada hari Jumat (18/11/2022) pagi, sekitar pukul 08.00 WIT, siswa tersebut kembali mengalami sakit perut, mual, kepala pusing di sertai lemas yang mengakibatkan penurunan kesadaran,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, kata Kapolsek, pihak sekolah langsung membawa para siswa yang sakit ke beberapa Rumah Sakit, yakni RS Otto Kuik Passo, serta RSUP Dr. Leimena.

Akan tetapi, karena RSUP Dr. Leimena sudah penuh maka dialihkan ke RSUD dr Haulussy untuk mendapatkan perawatan intensif

“Memang tadi ada yang tidak mau ke Rumah Sakit namun tetap dibawa, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,”

Kapolsek menandaskan, sesuai data terakhir yang ia peroleh, sudah sekitar 70an siswa yang dibawa ke Rumah Sakit.

“Yang saya dapat tadi sudah sekitar 70an siswa yang dibawa ke Rumah Sakit,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri Siwalima Ambon, Nasir Tidore mengaku, kejadian ini bermula ketika apel yang dilakukan pada pagi hari tadi.

“Awalnya pada apel pagi, ada beberapa anak yang keluar dari barisan karena mengalami sakit perut dan juga mual. Melihat itu, kami langsung membawa mereka ke ruang UKS, sekaligus kami hubungi pihak Puskesmas Nania,” kata Kepsek.

Mengantisipasi hal yang tak diinginkan, pihak RS terdekat pun langsung dihubungi untuk memeriksa siswa yang sakit. Bahkan, semua siswa yang ada di asrama sekolah tersebut juga diminta untuk diperiksa.

Sementara itu, terkait dugaan para siswa sakit karena keracunan makanan, ia mengaku belum tahu penyebab pastinya dari mana, akan tetapi sampel makanan sudah diambil pihak kesehatan untuk diperiksa.

“Dari puskesmas tadi sudah membawa makanan hari ini untuk diperiksa, namun makanan kemarin tidak bisa karena sudah habis,” ujarnya.

Dijelaskan, kejadian ini merupakan kali pertama yang ia hadapi selama memimpin sekolah tersebut, terhitung sejak tahun 2021 lalu.

Maka dari itu, ia telah melakukan rapat sekaligus meminta para guru untuk terus memantau keadaan semua siswa baik itu yang ada di Rumah Sakit maupun dirumah.

“Kebetulan tadi ada komite yang datang, dan saya juga berterima kasih kepada komite karena sudah membantu kami memberitahukan kejadian ini kepada orang tua” tutupnya.

Pos terkait