Jawab Keresahan Warga, Pemneg Hative Besar Tinjau Pabrik Batching Plant

Ambon, MalukuPost.com – Pemerintah Negeri Hative Besar melaksanakan peninjauan lokasi pengoperasian Pabrik Batching Plant yang berkedudukan di Dusun Wailaa, Ambon, Jumat (02/12/2022).

Adapun peninjauan dilakukan untuk menjawab keresahan masyarakat, terhadap Pabrik Batching Plant yang diduga mencemari lingkungan serta membuat bising karena beraktifitas pada malam hari.

“Persoalan ini berawal dari keluhan yang disampaikan masyarakat pada Musyawarah dan Penyusunan RKP yang kami gelar,” Ungkap Penjabat Pemerintah Negeri Hative Besar, J. Nuansa Sangadji.

Dikatakan, warga resah dengan debu, bising, serta pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh aktifitas pabrik. Untuk itu, solusi tepat yang dilakukan adalah peninjauan ke lokasi pabrik.

“Nah, karena kami tidak bisa menentukan apakah tercemar atau tidak, makanya kami libatkan para ahli dari Universitas Pattimura untuk mengkaji kandungan yang ada pada air laut,” katanya.

“Nanti kalau hasil kajian dari ahli sudah ada barulah kami bisa menarik kesimpulan tercemar atau tidak, serta memberikan dampak lingkungan yang sehat atau tidak,” imbuhnya.

Dengan demikian, Penjabat yang tergolong masih sangat mudah ini berharap, peninjauan ini dapat menjawab keresahan masyarakat. “Kedepannya saya minta kita sama-sama menjaga Negeri Hative Besar ini, agar aman dan tidak ada yang terkena dampak dari kegiatan-kegiatan yang mencemari lingkungan,” pungkasnya.

Senada dengan Sangadji, Ketua Saniri Negeri Hative Besar, Jacob Nunumete membenarkan bahwa persoalan pencemaran lingkungan ini, dilaporkan oleh masyarakat saat Musrenbang.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya langsung mengundang Sekertaris Pusat Studi Lingkungan dan SDA Unpatti Ambon, Dr. Netty Siahaya bersama tim untuk melihat langsung kondisi lingkungan Hative Besar yang diduga tercemar.

“Yang kita tau besok mahasiswa Unpatti akan turun ke lokasi mengambil sampel untuk di uji, nanti hasilnya baru kita bisa tau pencemaran lingkungan itu sudah sampai tingkat mana,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bos Pabrik Batching Plant
yang biasa disapa Ko Teli membenarkan bahwa, memang ada sampah sisa semen yang bertumpukan dekat pinggiran pantai.

Akan tetapi, hal itu menurutnya bukanlah satu hal yang disengajakan, dan bukan tanpa alasan.

“Sampah itu sebenarnya sudah harus kami angkat, akan tetapi karena semua alat berat kami sementara dipakai untuk pekerjaan di Polda Maluku, maka kami harus bersabar hingga selesai barulah kami bisa mengangkutnya,” katanya.

Selain itu, lanjut Teli, antara jarak pantai dan tumpukan sampah ada pagar atau pembatas yang dibuat, agar tidak mencemari lingkungan.

“Kami juga tidak mau lingkungan tempat kami mencari nafkah tercemar. Untuk itu marilah kita cari solusi yang terbaik, serta saling mendukung satu sama lain demi kemajuan Negeri bahkan Kota Ambon,” pintanya.

Pos terkait