Ambon, MalukuPost.com – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, menemukan sebanyak 2.417 kemasan makanan dan minuman kedaluwarsa di Maluku.
Pangan kadaluarsa itu ditemukan BPOM Ambon, saat melakukan intensifikasi pengawasan pangan olahan tahap 1 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.
Kepada wartawan di Ambon, Senin (19/12/2022), Kepala BPOM Ambon, Hermanto mengatakan pangan Kedaluwarsa didominasi oleh minuman ringan, biskuit dan susu kemasan.
“Ada sebanyak 1.087 kemasan minuman ringan, 248 kemasan makanan ringan dan 157 kemasan susu yang kedaluwarsa,” ungkapnya.
Dikatakan, dari jumlah pangan kedaluwarsa sebanyak 94 item (2.417 kemasan) dengan nilai Rp. 12.102.100, yang paling banyak adalah minuman ringan, biskuit, dan susu.
Bukan itu saja, pangan kedaluwarsa juga ditemukan pada mie instan, minuman serbuk, makanan ringan, BTP, minuman berkarbonasi, wafer, susu, makaroni, bumbu, saus, sambal, kental manis, permen, sirup, kerupuk, kecap. Mie, keju, sayur kaleng, serta yogurt.
“Tak hanya kedaluwarsa, tapi juga ada sejumlah pangan yang rusak seperti sobek, bocor maupun berkarat sebanyak 12 item dengan nilai Rp 2.030.000. Jenis pangan rusak antara lain, saus, makanan ringan, coklat, bihun, laksa, Yogurt, UHT,” paparnya.
Hermanto menjelaskan, intensifikasi terlaksana di 64 fasilitas, yang terdiri dar 15 distributor, 20 Ritel Modern, dan 29 ritel tradisional.
Dalam pelaksanaannya, pangan kadaluarsa ditemukan pada 17 fasilitas, sedang pangan rusak pada 5 fasilitas.
“Temuan pangan rusak dan kedaluwarsa sampai dengan Tahap II di Kota Tual dan Seram bagian Barat ditemukan pada ritel tradisional, lalu di Maluku Tenggara, Maluku Tengah, dan kepulauan Aru ditemukan pada ritel tradisional dan ritel modern, sedangkan di Kota Ambon tidak terdapat temuan,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, ribuan pangan rusak dan kedaluwarsa tersebut telah dihancurkan agar tak dijual kembali.
“Intensifikasi akan terus dilakukan hingga 16 Januari 2023 mendatang,” tandas Hermanto.


