Ambon, MalukuPost.com – Gubernur Maluku, Murad Ismail menyatakan, situasi harga dan stok kebutuhan pokok serta barang penting di pasar tradisional, ritel modern dan Gudang distributor menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) sampai dengan tanggal 18 Desember 2022 lancar dan harga relatif stabil.
“Mengantisipasi meningkatnya permintaan masyarakat jelang Nataru telah dilakukan Rapat Koordinasi (Rakor) TPID Provinsi Maluku yang dihadiri oleh Forkopimda, pihak BUMN, Distributor, serta Stakeholder terkait,”ujarnya dalam rapat koodinasi pengendalian inflasi daerah dengan Menteri Dalam Negeri (mendagri), Tito Karnavian secara virtual di Ambon, Senin (19/12/2022).
Dijelaskan Gubernur Murad, kondisi stok dan harga bahan pokok yakni Beras Premium stok dikuasai oleh Bulo Divre Maluku dan Distributor sampai dengan tanggal 18 Desember 2022 sebesar 6.243 Ton dengan ketahanan stok selam 3 bulan kedepan, harga beras kualitas medium di pasar tradisional sebesar Rp13.500/kilo.
Stok Gula Pasir sebanyak 2.805 Ton dengan ketahanan stok selama1,5 Bu;an kedepan dan harga gula di pasar tradisional sebesar Rp14.500/kilo.
Stok minyak goreng sebanyak 2.502.089 liter merek Minyak kita dengan ketahanan stok selama 1,5 bulan kedepan dengan harga pasaran per liter Rp.14.000,-
Untuk daging Ayam Broller stok sebanyak 1.469 Ton dengan ketahanan stok selama 2 bulan kedepan dan harga dipasaran Rp38.000,-/Kg.
Jumlah stok telur sebanyak 195.827 Kilogram dengan ketahanan stok selama 2 bulan kedepan dan harga pasaran per butir Rp2.200,-
Stok Bawang Merah dikuasai sebanyak 120 ton dengan ketahan stok hingga 25 hari kedepan dengan harga pasaran Rp. 40.000/kg dan Bawang Putih stok yang dikuasi sebanyak 133 ton dengan harga pasaran sebesar Rp28.000/kg.
Untuk daging sapi stok yang dikuasai sebanyak 120 ton dengan ketahanan stok selama 1 bulan kedepan dengan harga pasaran Rp120.000/kg. dan cabe rawit dengan jumlah stok yang dikuasai sebanyak 116 ton dengan ketahanan selama1,5 bulan kedepan dengan harga pasaran Rp71.250,-/kg.
“Pemerintah Provinsi Maluku dalam meringankan beban masyarakat, telah melakukan operasi pasar dengan harga subsidi melalui kerjasama dengan bulog dan distributor sejak bulan Oktober sampai dengan Bulan Desember 2022 dan dilakukan di pasar dan secara mobile di kecamatan,” ungkapnya.
Gubernur Murad katakan, inflasi Maluku pada bulan November 2022 sebesar 1,13 persen (MTM), Bulan Oktober 2022 menglami deflasi sebesar -o,02 persen (MTM). Adapun komoditas pemicu utama inflasi di Maluku bulan November meliputi, rokok kretek filter sebesar 11.80 persen dan rokok putih sebesar 3,78 persen, ikan laying/benggol sebesar 20,86 persen, Angkutan Udara sebesar 2,38 persen, Ikan Tongkol sebesar 21,63 persen, ikan selr sebesar 13,86 persen dan tempe sebesar 41,56 persen.
“Hal ini disebabkan dampak kenaikan tarif Cukai Tembakau (CHT) tahun 2022 sebesar 12 persen sesuai PMK Menteri Keuangan nomor:192/PMK.010/2021, demikian juga kenaikan Avtur di Wilayah Maluku naik menjadi Rp17.819/liter pada bulan Oktober menjadi Rp18.653/liter pada bulan November,” tandasnya.
Menurut Gubernur Murad, komoditas penyumbang deflasi Maluku pada bulan November 2022 terdapat pada Cabe merah sebesar -36,68 persen, Mangga sebesar -8,28 persen, sepatu anak sebesar -3,39 persen, bayam -9,12 persen, kangkung -3,02 persen, daun singkong -9,58 persen, telur ayam ras sebesar -1,73 persen, ikan kakap merah sebesar -11,08 persen dan kayu balokam sebesar 3,79 persen.
Untuk kebutuhan pokok utama selama bulan November 2022 menunjukan harga yang stabil dan cenderung menurun sebagi dampak pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah yang dilakukan oleh TPID Bersama Bulog dan distributor.
“Kami juga telah melakukan implementasi dana transfer umum (DTU) 2 persen dalam rangka pengendalian inflasi dengan alokasi anggaran sebesar Rp8.552.269.664, dengan realisasi keuangan sebesar 78 persen dan minggu ini ditargetkan 100 persen,” imbuhnya.
Gubernur Murad menandaskan, langkah startegis pengendalian inflasi oleh Pemerintah daerah meliputi rapat TPID Provinsi Maluku Bersama Bupati/Walikota se-Provinsi Maluku dan Forkopimda yang dipimpin langsung oleh Gubernur Maluku, rapat teknis TPID Provinsi maluku guna menjaga stabilitas harga dna kelancaran distribusi, Rakor TPID Promal dengan Kota Ambon dan Kota Tual sebagai Kota perhitungan angka infalsi, melakukan gerakan inflasi pangan cabe dan bawang secara seretak di 11 kabupaten/Kota.
“Bukan itu saja, Gerakan Penggunaan Konsumsi Pangan Lokal B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) dengan memecahkan rekor MURI yang dicanangkan oleh Ketua TP-PKK Provinsi Maluku. Dilucurkan Aplikasi Pelita si petani yang bertujuan untuk optimalisasi pemanfaatan kredit usaha rakyat (KUR) bagi petani, Pro aktif melakukan pemantauan di pasar-pasar tradisiional dan Gudang distributor guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga sebagai bahan Early Warning System,” bebernya.
Sementara itu, Mendagri Tito karnavian dalam arahanya mengatakan, Pengendalian Inflasi berjalan dengan baik berkat kerjasama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
“Dikatakan demikian, karena di bulan September trend pengendalian Inflasi mencapai 5,9 persen secara nasional,” tegasnya.
Menurut Karnavian, hal itu dibuktikan semenjak dilakukannya Rakor sesuai arahan Bapak Presiden dan pola penanganan inflasi sama hal dengan pola penanganan Covid-19 karena dilakukan monitoring dan evaluasi secara mingguan.
“Jangan kita bosan dan jenuh dengan rapat koordinasi kali ini, karena memang inflasi atu kenaikan harga barang dan jasa itu sangat dinamis, bukan hanya per minggu tapi hari per hari akan selalu terjadi perubahan tergantung mekanisme situasi geopolitik, keadaan ekonomi, termasuk ekonomi global”, katanya.
“Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) keadaan inflasi kenaikan harga barang dan jasa tergantung demand dan secara geopolitik perang Rusia dan Ukraina,”katanya lagi.


