
Pantauan media ini di Tual, Senin (10/4/2023), terlihat warga berbondong-bondong mendatangi Disperindag untuk ikut antrean minyak tanah.
Antrean panjang yang memakan waktu berjam-jam dibawah terik matahari, namun warga tetap semangat dengan satu tujuan untuk dapat membeli minyak tahan guna menjawab kebutuhan rumah tangganya.
Warga yang antri lebih awal diberikan kesempatan untuk membeli mitan, sedangkan warga yang dari belakang tidak dapat membeli dengan alasan bahwa stok minyak habis.
“Besok pagi baru Disperindag kembali menjual minyak tanah karena stok yang ada terbatas dan telah selesai dijual,” kata salah satu staf.
Sementara itu, terpantau di beberapa lokasi, terlihat mobil telah mengisi mitan di beberapa pangkalan minyak. Namunya sayangnya, minyak tanah tak mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Hingga saat ini, warga masih keliling mencari mingak tanah dengan menggunakan kendaraan roda dua.


