
RS Pratama MTH yang akan dibangun di lokasi reklamasi Ohoi Elat, Kecamatan Kei Besar tersebut diawali dengan peletakan batu pertama, Rabu (3/5/2023).
Diawali dengan doa adat oleh para tetua adat Hoar Ngutru dan Me Umfit, peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Maluku Murad Ismail, Bupati Malra M. Thaher Hanubun, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Ruruh A. Setyawibawa, Wakapolda Maluku Brigjen. Pol. Stephen M. Napiun, Kabinda Maluku Brigjen TNI Anton Irianto Popang, dan Danrem 151/Binaiya Kolonel Inf Aminton Manurung.
Dalam laporannya, Bupati Thaher Hanubun mengungkapkan, pembangunan RS Pratama MTH akan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 74 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.
“40 miliar untuk bangunan fisik, dan sekitar 30 miliar untuk alat kesehatan,” kata Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan setempat, Katrinje Notanubun menambahkan, pihaknya telah melakukan lelang, dan akan segera dilakukan pembangunan dalam sehari dua ini.
Kadis Kesehatan yang akrab sisapa dr. Ketty tersebut menjelaskan, RS Pratama MTH memiliki luas bangunan mencapai 600 meter persegi, dan akan memiliki 15 bangunan.
“Di dalamnya, baik itu Unit Gawat Darurat, untuk pelayanan kebidanan, ruang jenazah, radiologi, sampai pagar keliling. Memang yang nanti masih kekurangan adalah rumah untuk para medis,” tutur dr. Ketty.
Diakuinya, pihaknya mengalami sedikit keterlambatan pembangunan karena terjadi perpindahan lokasi dari Ohoi Wulurat dengan alasan teknis.
“Sertifikat tanah ada yang sedikit bermasalah sehingga dipandang perlu untuk memindahkan. Memang tidak masalah dalam pemindahan karena terletak dalam satu kecamatan, hanya memakan waktu,” bebernya.
Terkait progres pembangunan, mantan Direktur RSUD KS tersebut menyatakan, akan dikerjakan selama 6 bulan dari sekrang, dan ditargetkan RS Pratama MTH rampung dalam tahun ini.
“Kita sudah start (mulai) dari bulan 5 (Mei) ini. Mudah-mudahan berjalan lancar. Kita mohon dukungan dan doa masyarakat,” pungkasnya.


