
Hal itu ia sampaikan Kepala Dinas Perhubungan setempat Nikson Hukubun kepada awak media di Elat, Rabu (3/5/2023).
Diketahui, KMP. MTH juga sempat dioperasikan untuk pelayanan kegiatan kunjungan kerja (kunker) Gubernur Maluku di Malra.
Hukubun menjelaskan, KMP. MTH masih dalam tahap uji coba karena sejumlah pengujian yang masih harus dilakukan untuk memastikan beroperasinya kapal jenis roro itu.
“Ada beberapa uji yang harus dipenuhi. Misalnya, mekanisme pengangkutan dan penurunan kendaraan, kemudian yang lebih penting itu penguasaan terkait mekanisme pengawakan kapal ini,” jelasnya.
KMP MTH yang bersumber dari DAK Fisik 2022 tersebut, memiliki daya tampung 50 orang dan mampu mengangkut 15 unit kendaraan roda dua.
Kapal tersebut direncanakan akan melayani masyarakat di Kei Besar Selatan dan Kei Kecil.
Hukubun mengatakan, pengelolaan KMP. MTH akan dikerjasamakan dengan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero). Hal itu dikarenakan BUMD di Malra belum memiliki kompetensi untuk mengelola pelayaran kapal roro.
“MoU dengan ASDP sudah ditandatangani oleh Pak Bupati dengan Manager Bisnis Operasional dan Pelayanan Regional IV di Makassar. Dari ASDP yang akan mengawaki (kapal). Pemda menyiapkan dana untuk operasional,” tandas Hukubun.


