Ambon, MalukuPost.com – Setelah dua tahun berturut-turut masuk nominasi dan mendapat penghargaan Sertifikat Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama sejak 2021 dan 2022, kali ini Negeri Soya kembali membuktikan diri sebagai salah satu negeri atau desa terbaik yang berhasil meraih nilai tertinggi dan mendapat juara 1 se-Provinsi Maluku untuk mendapatkan penghargaan Trophy Utama dalam Lomba ProKlim Tahun 2023.
Menteri LHK-RI, Siri Nurbaya Bakar telah mengeluarkan Keputusan Nomor SK.1010/MENLHK/PPI/PPI.1/10/2023, tertanggal 13 Oktober 2023 tentang Penetapan Penerima Penghargaan ProKLim Utama dan Lestari serta Apresiasi Pembinaan ProKlim dan Pendukung ProKLim.
Atas keberhasilan itu, Raja Soya, John Lodwyk Rehatta bersama Ketua Tim Proklim Dusun Kayu Putih Negeri Soya, Neksen Soplanit, diundang secara resmi ke Jakarta oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK-RI) guna menerima secara langsung Trophy ProKLim Utama Tahun 2023, yang rencana dilaksanakan pada Selasa, 24 Oktober 2023, bertempat di Auditorium DR. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti KLHK, Senayan, Jakarta.
Mendapat juara 1 lomba ProKlim tahun 2023 ini menjadi hal yang tidak disangka-sangka, baik oleh Pemerintah Negeri Soya maupun masyarakat. Namun, dengan kerja keras dan partisipasi semua pihak dalam mendukung ProKlim di lingkungan Dusun, RW hingga RT masing-masing maka apa yang menjadi harapan akhirnya terjawab dengan berhasil menyabet penghargaan Trophy ProKlim Utama.
“Ini di luar yang saya bayangkan. Ketika dua tahun bertutut-turut sejak 2021 dan 2022 kita ikut lomba ProKlim, kita hanya mendapat Sertifikat ProKlim Utama, tapi di tahun 2023 ini kita berhasil meraih Trophy ProKlim Utama-nya. Ini luar biasa. Itu tak terlepas dari peran serta semua pihak di Negeri Soya,” ungkap Raja Negeri Soya, John Lodwyk Rehatta kepada media ini melalui siara pers yang diterima , Senin (23/10/2023).
Menurut Rehatta, Dusun Kayu Putih merupakan salah satu lokasi yang terbesar di Negeri Soya, sehingga kurang lebih dua bulan, masyarakat telah bahu-membahu dalam rangka mempersiapkan diri dan lingkungan menghadapi perlombaan, dimana akan ada tim penilai, baik dari Kementerian Lingkungan Hidup RI maupun dari Dinas LH Provinsi dan Kota Ambon.
“Perubahan iklim yang berlangsung di dunia sangat memprihatinkan. Untuk itu sudah barang tentu berbagai upaya telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan, pegiat dan aktivis lingkungan, serta masyarakat secara umum yang menyadari akan pentingnya agenda menyelamatkan bumi sebagai tempat tinggal seluruh umat,” ujarnya.
Dijeskan Rehatta, Proklim adalah program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (EGRK) serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.
“Wujud kepedulian masyarakat di Negeri Soya akan lingkungan antara lain, pengendalian kekeringan, peningkatan ketahanan pangan, pengendalian penyakit terkait iklim, pengelolaan sampah, budidaya pertanian, peningkatan tutupan vegetasi sampai pada pencegahan kebakaran hutan,” katanya.
“Progran ini sangat baik akan akan terus kita dukung dalam rangka mengahadapi perubahan iklim dengan cuaca-cuaca yang ekstrim, sebab kita lihat saja saat ini musim panas dan musim hujan sudah tidak beraturan. Saya berharap kita semua bergandengan tangan untuk membuat lingkungan kita lebih baik lagi,” katanya menambahkan.


