BPJN Maluku Jamin Mutu Pembangunan Wae Jembatan Wae Kawanua Terjamin

Ambon, MalukuPost.com – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku menjamin kualitas mutu pembangunan Jembatan Wae Kawanua,  penghubung Kabupaten Maluku Tengah, dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Jaminan tersebut disampaikan PPK Perencanaan BPJN Maluku, Stenly Tumbelaka, dalam rapat bersama Komisi III DPRD Maluku, rabu (02/11/2023).

Sekedar tahu, ambruknya jembatan yang memiliki panjang  520 meter itu sudah terjadi berulang kali, terakhir pada tanggal 11 Juli 2023 akibat diterjang banjir bandang.

BACA JUGA: https://suaraparlemen.malukupost.com/2023/11/irawadi-wanti-wanti-bpjn-soal-kualitas-pembangunan-jembatan-kawanua/

Dikatakan, kualitas pembangunan jembatan Kawanua dilihat berbagai hal, termasuk desain yang diseleksi secara detail, dan dibahas bersama Direktorat Teknis, Kementerian PUPR.

Dalam desain tersebut, terdapat 17 profile, yang disekeliling kaki pilar diselimuti jacketing dengan mutu beton FC 30 mpa, atau setara dengan 350 kg/cm.

Begitu pula dengan perhitungan SNI 1725 2016 dan SNI 2833 2016 mengenai pembebanan jembatan, dan beban gempa pada jembatan. Termasuk membangun fender dibagian hulu yang direncanakan berlangsung tahun depan, sesuai paket reserfasi.

“Jadi tahun ini hanya untuk pelkep dan jecketing dengan satu pilar dengan dua bentang 60 meter, dan 40 meter di rangka bajanya,”ucapnya.

Selain itu dalam hal suplai perencanaan, setiap pilar jembatan dilakukan tes UPP, sehingga dapat diketahui secara pasti apakah tulangan mampu atau tidak.

Begitu juga dalam pelaksanaan pier dilakukan boring test. Hal ini dimaksudkan agar pada pemasangan, pier tidak terlepas.

BACA JUGA : ttps://malukupost.com/2023/11/ngurbloat-smart-tourism-raih-juara-i-anugerah-pesona-indonesia-awards-2023/

“Awalnya di desain nya pakai pancang, tapi setelah mendapat data tanah, kemudian direkomendasi muncul bore pile, jadi kekuatannya lebih kuat dari pada tiang pancang. Misalkan gunakan tiang pancang, kami takut pada saat pemancangan dia berpengaruh, sehingga solusinya menggunakan bore pile di titik pier,”tuturnya.

Kemudian dari sisi mutu, kata Stenly dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP),  melalui pengecekan laboratorium berkaitan dengan material.

“Kami betul betul protek dan keras, dan ini setiap hari dilaporkan ke subdit jembatan. Jadi setiap hari dipantau. Kami yakin mutu kami terjamin, kami ketat akan hal ini,”pungkasnya.

Pos terkait