Bawaslu Maluku Putuskan Kampanye Gibran Tidak Langgar Aturan

IMG20240208180959 scaled

Ambon, MalukuPost.com, – Bawaslu Provinsi Maluku memutuskan kampanye calon Wakil Presiden nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka, pada Senin, 8 Januari lalu di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, tidak melanggar aturan.

Keputusan itu tertuang dalam rilis resmi Bawaslu yang diterima media ini, Kamis, 8 Februari 2024.

Didalam rilis itu terdapat 10 poin hasil kajian dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu. Hasil tersebut berdasarkan fakta hukum sesuai temuan penemu, keterangan klarifikasi yang disampaikan oleh penemu, terlapor, saksi, pemberi keterangan dan pendapat ahli.

Diantara 10 poin itu, poin pertama menjelaskan terkait pasal 280 ayat (2) huruf h, Juncto pasal 493 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang disangkakan kepada terlapor TKN Prabowo Gibran, dan pasal 282, Juncto pasal 490 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang disangkakan kepada terlapor raja-raja.

Di poin kedua menjelaskan, tindakan hukum yang dilakukan oleh terlapor yang juga sebagai Kepala Pemerintahan Negeri, berdasarkan hasil klasifikasi berupa pernyataan mendukung Cawapres nomor urut 02 yang disampaikan dalam pertemuan antara raja-raja dengan Gibran, adalah hak untuk memilih yang tidak diikuti dengan tindakan mengajak atau mengarahkan orang lain dalam hal memilih calon tertentu.

Sedangkan di poin ketiga menyebutkan, dengan memperhatikan fakta berdasarkan keterangan klarifikasi oleh terlapor serta saksi terkait kehadiran, dimana subjek yang melakukan perbuatan mengundang atau menyampaikan pemberitahuan melalui pesan singkat WhatsApp serta penyampaian lisan perihal kegiatan pada 8 Januari 2024 di Swiss-Belhotel, adalah seorang yang tidak mempunyai legitimasi hukum sebagai TKN maupun TKD dan bukan merupakan anggota partai pengusung Capres/Cawapres nomor urut 02. Dengan demikian, terhadap peristiwa yang terjadi sebagaimana fakta hukum, maka Unsur Melanggar Larangan Sebagaimana Dimaksud Dalam Pasal 280 ayat (2) Tidak Terpenuhi secara Hukum.

Berdasarkan fakta hukum diatas, hasil rapat pleno yang dilakukan ketua dan anggota Bawaslu, memutuskan temuan dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu dengan Nomor : 001/Reg/TM/PP/Prov/31.00/2024, tidak terbukti sebagai pelanggaran tindak pidana pemilu.

Sebelumnya, Bawaslu Maluku mendapat laporan mengenai kehadiran puluhan kepala desa dalam safari politik pasangan calon presiden Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka di Swiss-Belhotel Ambon, pada Senin, 8 Januari lalu.

Gibran juga melakukan pertemuan dengan raja-raja, komunitas dan penggiat ekonomi kreatif, bagi-bagi susu gratis di Negeri Liang, Kabupaten Maluku Tengah, hingga bermain bola di Lapangan Sepak Bola Matawaru, Desa Tulehu.

Pos terkait