Keliobas Ingatkan ASN SBT Tidak Boleh Jadi Tim Kampanye

IMG 20240528 WA0017

Bula, Maluku Post.com,- Bupati Kabupaten SBT, Abdul Mukti Keliobas mengingatkan seluruh ASN untuk tidak terlibat secara langsung dalam politik praktis atau menjadi tim sukses dari pasangan calon mana pun, karena tindakan dapat menimbulkan berbagai konsekuensi negatif bagi ASN maupun integritas institusi pemerintah.

Hal ini disampaikan Keliobas pada penyerahan SK PPPK formasi tahun 2023 di lobi Kantor Bupati, Senin, 27 Mei 2024.

“Tetapi mereka tidak boleh terlibat secara langsung menjadi tim. Jika ada kedapatan terlibat, maka ada konsekuensi yang diakibatkan oleh kehadiran dan keterlibatan PNS secara langsung dalam hal-hal tertentu seperti tim,” kata Keliobas.

Ketua Bapilu Golkar Provinsi Maluku ini juga menekankan kepada seluruh ASN untuk menjaga netralitas dalam menjalankan tugas, meskipun memiliki hak politik sebagai warga negara untuk memilih dan berpendapat. Walaupun begitu, peran mereka dalam pemerintahan, mengharuskannya untuk bersikap netral dan tidak memihak kepada pihak manapun dalam urusan politik praktis.

“ASN harus netral, tidak boleh memihak, keberpihakan itu wajar-wajar saja karena mereka mempunyai hak politik, namun harus menjaga batasan-batasan,” ujar Keliobas.

Sebab, lanjutnya, hak politik yang dimiliki ASN adalah hak fundamental yang harus dihargai dan digunakan dengan bijak. Namun, dengan hak ini juga datang tanggung jawab besar untuk menjaga netralitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Jika tidak digunakan dengan baik, hak politik ini dapat menimbulkan berbagai akibat negatif, seperti penurunan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah, munculnya konflik kepentingan dan kerusakan reputasi pribadi maupun kelembagaan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi ASN untuk memahami batasan-batasan yang ada dan tetap fokus pada tanggung jawab mereka sebagai pelayan publik.

“Karena punya hak politik berarti mereka harus tahu juga siapa yang kira-kira mereka pilih. Jangan sampai memilih kucing dalam karung. Paling tidak mereka harus tahu, figur yang terbaik menurut mereka siapa karena masa depan daerah,” kata Bupati.

Dia berharap, ASN tetap netral dan fokus pada tugas pelayanan publik tanpa terpengaruh oleh kepentingan politik tertentu, karena keterlibatan ASN dalam politik praktis tidak hanya melanggar aturan dan kode etik, tetapi juga dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan yang seharusnya bersikap netral dan profesional.

“Mari kita jaga profesionalisme dan integritas ASN dengan menjauhkan diri dari kegiatan politik praktis, demi kepentingan bersama dan kelangsungan pemerintahan yang bersih dan adil,”tutup Keliobas.

 

Pos terkait