Ambon, Maluku Post.com – Penjabat Gubernur Maluku Sadali Ie, Jum’at, 2 Agustus 2024, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pengahpusan Kemiskinan Ekstrim di Provinsi Maluku bersama pemerintah kabupaten/kota se-Maluku.
Rakor ini sekaligus dalam rangka persiapan memenuhi undangan rapat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang akan dilaksanakan pada 9 Agustus 2024 di Jakarta.
Dalam arahannya, Pj Gubernur Sadali Ie menyampaikan, Pemerintah telah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem menjadi zero atau 0 persen di Tahun 2024 ini.
Ia menyebutkan, angka kemiskinan Maluku di tahun 2024 sebesar 16,05 persen. Angka tersebut mengalami penurunan 0,37 point dibandingkan dengan posisi yang sama di tahun 2023 yaitu sebesar 16, 42 persen. Untuk kemiskinan eksterim, berada pada posisi 2, 59 persen atau setara dengan 47.670 jiwa.
“Kami ingin menyampaikan agar menjadi atensi. Berdasarkan hasil evaluasi, masih ada beberapa kabupaten/kota dengan angka kemiskinan ekstrim yang cukup tinggi yakni berada pada kisaran 4,5 bahkan 6 koma. Misalnya Kabupaten Seram Bagian Barat ada pada posisi 5,42 persen, Kepulauan Aru 5,15 persen dan Buru 4,24 persen,“ungkapnya.
Untuk itu, dibutuh komitmen bersama dalam upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim di Maluku.
“Ini memang suatu tantangan yang sangat besar bagi kami di Provisni Maluku, tetapi ini juga ujian bagi kami semua untuk dinilai oleh pemerintan pusat plus 11 kabupaten/kota dalam menyikapi program-program yang di programkan pemerintah pusat. Oleh sebab itu, kita tidak bisa kerja sendiri, harus berkomitmen, berkolaborasi supaya mencapai target nasional 0 persen,“pungkasnya.


