Langgur, MalukuPost.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra) menegaskan pentingnya keberadaan dan kontribusi sekolah-sekolah yayasan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Penjabat Bupati Malra, Samuel Huwae, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Kace Rahajaan, menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Kerja ke-19 Yayasan Perguruan Pendidikan Kristen (YPPK) Dr. J. B. Sitanala Cabang Kei Kecil dan Kota Tual, Selasa (21/1/2025), di Gereja Elim Jemaat GPM Ohoidertawun.
Menurut Huwae, Pemkab Malra masih sangat membutuhkan partisipasi sekolah-sekolah yayasan dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat. Partisipasi tersebut telah direspons pemerintah melalui alokasi anggaran dari pusat dan daerah, serta penempatan guru-guru PNS pada sekolah-sekolah yayasan.
“Sekolah-sekolah yayasan, baik Katolik maupun Kristen, selama ini sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku Tenggara,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemandirian pendidikan yang dikelola yayasan tentu berbeda antara wilayah maju dan wilayah yang masih berkembang seperti Malra, sehingga pemerintah harus terus memberikan dukungan nyata.
Pj. Bupati Huwae menekankan bahwa sektor pendidikan merupakan prioritas utama pembangunan nasional. Hal ini tercermin dalam kebijakan alokasi minimal 20% dari APBN maupun APBD untuk penyelenggaraan pendidikan.
Tujuan utamanya adalah peningkatan mutu di setiap jenjang pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pemerataan akses terhadap pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.
Ia mengakui bahwa kualitas pendidikan di Provinsi Maluku masih tergolong rendah meskipun potensi SDM cukup tinggi. Masalah utama adalah keterbatasan akses serta belum meratanya distribusi pendidikan yang berkualitas.
“Ini menjadi tantangan bersama, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga kabupaten dan kota se-Maluku,” jelasnya.
Lebih lanjut, Huwae mengajak seluruh sekolah, termasuk sekolah yayasan, untuk memanfaatkan infrastruktur internet yang kini telah menjangkau sebagian besar wilayah Maluku Tenggara.
“Saya berharap sekolah-sekolah dapat menggunakan jaringan internet untuk memperkuat sistem pendidikan berbasis digital,” katanya.
Ia juga mendorong pihak yayasan agar membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan teknologi informasi.
“Siapa yang menguasai teknologi, akan menguasai dunia. Maka sejak dini, siswa harus diperkenalkan dengan teknologi,” pungkas Huwae.


