Forum Kolaborasi BNN, Malra, dan Tual: Perkuat Strategi Bersama Perangi Narkoba

Langgur, MalukuPost.com – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tual menggelar forum komunikasi strategis bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dan Pemerintah Kota Tual.

Forum yang mengusung tema “Penguatan Kolaborasi Strategis Menuju Indonesia Bersinar” ini berlangsung di Aula RRI Tual, Kamis (26/6/2025), dan menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Poin 7 Presiden RI tentang penciptaan masyarakat aman, beradab, dan bebas narkoba.

Kepala BNN Kota Tual, Ahmad Renwuryaan, dalam paparannya menegaskan bahwa narkotika bukan sekadar masalah hukum, melainkan krisis multidimensi yang mengancam ketahanan sosial dan nasional.

“Penyalahgunaan narkotika telah merambah ke segala lapisan, mulai dari usia produktif hingga anak-anak dan perempuan,” ungkapnya.

Merujuk data Puslidatin BNN RI tahun 2025, Indonesia mencatat 9.270 kawasan rawan narkoba, 43.099 kasus yang berhasil diungkap, 54.452 tersangka, serta aset kejahatan narkotika senilai Rp 38,92 miliar yang telah disita, mencakup uang tunai, kendaraan, properti, hingga barang berharga lainnya.

Renwuryaan juga menyoroti sejumlah tantangan besar dalam pemberantasan narkoba, antara lain Penyelundupan via jalur laut yang sulit diawasi, Munculnya zat baru seperti tembakau gorila dan tanaman khat, penyebaran di usia 15–64 tahun, peredaran hingga ke desa-desa, modus transaksi digital, masalah hukum pecandu yang membutuhkan rehabilitasi, overkapasitas lapas, dengan 65% dihuni napi narkoba.

“Pemberantasan narkoba tidak bisa berjalan sendiri. Ini tugas bersama—pemerintah, aparat, keluarga, sekolah, media, hingga seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Renwuryaan menyampaikan bahwa BNN terus memperkuat komitmen perang terbuka melawan jaringan narkoba. Salah satu pencapaian monumental adalah keberhasilan menggagalkan peredaran dua ton sabu, yang diperkirakan menyelamatkan lebih dari 20 juta jiwa.

Tingkat kepercayaan publik terhadap BNN juga menunjukkan angka tinggi, yaitu 88,68%, baik di tingkat nasional maupun regional Maluku.

Pos terkait