Ambon, MalukuPost.com – Suasana rapat koordinasi Evaluasi Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi dan Jagung periode Januari-Agustus 2025 berlangsung serius namun penuh semangat di kantor Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku, Jumat (29/8/2025).
Pertemuan yang digelar dalam format hybrid itu dipimpin Kepala Dinas Pertanian Maluku, Ilham Tauda, didampingi Kepala BRMP Maluku, Gunawan, dan dihadiri para pejabat teknis serta Kepala Dinas Pertanian 11 kabupaten/kota se-Maluku.
Ilham menegaskan, evaluasi dilakukan atas arahan Gubernur Hendrik Lewerissa untuk memastikan percepatan LTT padi sawah, padi gogo, dan jagung di seluruh wilayah Maluku. Target nasional yang ditetapkan Kementerian Pertanian untuk Maluku sebesar 26.349 hektar hingga Desember 2025. Namun, dalam rapat bersama kabupaten/kota, Maluku menyatakan sanggup menanam hingga 27.323 hektar.
Hingga Agustus, capaian LTT sudah menyentuh 16.511 hektar atau 75 persen dari target 21.892 hektar pada periode Januari-Agustus. Rinciannya, padi sawah 12.282 hektar dari target 15.649 hektar, dan padi gogo 4.329 hektar dari target 6.223 hektar.

Meski progres cukup baik, sejumlah kendala diakui masih menghambat. Ketersediaan air irigasi belum merata sehingga penanaman di beberapa wilayah tersendat. Untuk itu, Dinas Pertanian Maluku sudah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai agar dukungan pompa dan sarana pengairan bisa segera dioptimalkan.
Masalah lain adalah distribusi benih. Dari kebutuhan 351 ton benih padi, hingga kini baru 150 ton yang tersalurkan, sementara 200 ton sisanya masih menunggu realisasi.
“Kami harap BRMP sebagai penanggung jawab bisa mempercepat distribusi benih ini agar musim tanam berikut tidak terganggu,” jelas Ilham.
Khusus untuk padi gogo, perhatian besar diarahkan ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang memegang target 4.000 hektar. Kondisi curah hujan di wilayah tersebut serta kesiapan benih menjadi faktor penentu.
“Kami segera turun ke KKT bersama Kadis setempat untuk memastikan percepatan bisa dilakukan. Benih yang sudah disalurkan harus dijaga kualitasnya sampai saat penanaman,” tambahnya.
Sementara untuk jagung, hingga Agustus belum ada distribusi benih dari pusat. Padahal, Maluku sudah mengajukan permohonan ke Dirjen Tanaman Pangan pada 22 Agustus lalu.
“Pak Dirjen sudah merespons dan meminta CPCL segera disampaikan. Kita harap September sudah ada distribusi benih jagung,” ungkap Ilham.
Meski begitu, secara swadaya beberapa daerah tetap berupaya. Dari target 1.928 hektar, sudah terealisasi 1.210 hektar atau 63 persen.
Di sisi lain, Ilham menyoroti pentingnya sinkronisasi data. Ia mengakui masih ada perbedaan angka antara petugas lapangan dan penyuluh.
“Input data harus dijaga supaya konsisten. Laporan pusat hanya akan diakui jika angka kita valid,” tegasnya.
Dengan capaian 75 persen hingga Agustus, pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota optimistis mampu menutup sisa target di akhir tahun. Percepatan tanam usai panen, percepatan distribusi benih, dan dukungan sarana irigasi disebut menjadi kunci untuk memastikan LTT padi dan jagung di Maluku sesuai harapan.

“Keberhasilan tidak bisa sendiri, harus dengan kerja sama. Pengalaman membuktikan, ketika kita bekerja bersama, hasilnya meningkat. Bulan Agustus misalnya, awalnya rendah, tapi karena ada evaluasi bersama, capaian bisa terdongkrak,” katanya.
Ia berharap semangat kolaborasi ini terus ditingkatkan. “Kalau semua pihak bergerak bersama, saya yakin target yang ditetapkan pusat bisa kita capai,” pungkas Gunawan.


