Gebyar HSN 2025, Gubernur Lewerissa: Data Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

Ambon, MalukuPost.com – Meski Kota Ambon diguyur hujan, Gebyar Hari Statistik Nasional (HSN) 2025 yang digelar BPS Provinsi Maluku tetap berlangsung penuh antusias, Selasa (23/9). Acara ini dibuka resmi oleh Asisten II Setda Maluku, Kasrul Selang, mewakili Gubernur Hendrik Lewerissa. Turut dihadiri Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, jajaran BPS, serta para pemangku kepentingan terkait.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Kasrul, ditegaskan bahwa HSN bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk mengingatkan semua pihak betapa strategisnya peran data statistik dalam pembangunan bangsa.

“Data yang akurat, mutakhir, dan terpercaya merupakan fondasi dalam merumuskan kebijakan tepat sasaran. Tanpa data yang kuat, kebijakan publik berisiko meleset dari kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, di Maluku data statistik berperan penting dalam banyak aspek, mulai dari pengendalian inflasi daerah, pembangunan infrastruktur, penanggulangan kemiskinan, hingga penguatan sektor unggulan daerah. Dengan data yang berkualitas, pemerintah dapat bekerja lebih terarah, transparan, dan akuntabel.

Tema HSN 2025, “Statistik Berdampak, untuk Indonesia Maju”, disebutnya sebagai pengingat bahwa data bukan hanya kumpulan angka, tetapi memiliki dampak nyata bagi arah pembangunan, termasuk di Maluku.

Ia juga mengapresiasi kerja keras jajaran BPS Maluku hingga ke tingkat kabupaten/kota yang tetap mampu menghimpun data akurat meski menghadapi tantangan geografis wilayah kepulauan. “Berkat dedikasi saudara-saudara, data tetap tersedia bagi kita semua,” tuturnya.

Kata Kasrul, Gubernur mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan data, khususnya di era digital yang rawan disinformasi. “Mari jadikan data resmi BPS sebagai rujukan utama dalam menyusun kebijakan maupun berdiskusi publik,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan informasi penting bahwa pada 2026 mendatang, BPS akan melaksanakan Sensus Ekonomi. Sensus ini akan memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh, mulai dari usaha besar, menengah, kecil, hingga mikro dan ultra mikro, termasuk sektor informal yang banyak terdapat di Maluku.

“Saya mengajak seluruh pelaku usaha, nelayan, petani, pedagang, pengrajin, hingga usaha rumah tangga untuk berpartisipasi aktif. Terimalah petugas sensus dengan baik dan berikan jawaban jujur, karena data yang bapak ibu sampaikan akan menentukan masa depan pembangunan daerah kita,” tegasnya.

Menutup sambutan Gubernur, Kasrul menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk menjadikan data statistik sebagai dasar pengambilan keputusan, demi terwujudnya transformasi menuju Maluku yang maju, adil, dan sejahtera dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pos terkait