Ambon, Maluku Post – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menilai pertunjukan stand up comedy berkembang menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah melalui pendekatan yang ringan dan menghibur.
Hal itu disampaikan Bodewin saat membuka pertunjukan stand up comedy komika John Laratmase di Taman Budaya Karang Panjang, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Bodewin, materi yang dibawakan para komika tidak hanya bertujuan mengundang tawa, tetapi juga memuat berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk isu penataan kawasan Pasar Mardika.
Ia menilai kritik yang muncul di atas panggung menjadi masukan bagi pemerintah dalam mengevaluasi kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Bagi kami, semua komentar dan masukan itu adalah bentuk aspirasi yang harus ditindaklanjuti melalui kerja nyata. Pejabat publik mungkin tidak bisa ‘curhat’ secara bebas, tetapi kami mendengar dan merasakan apa yang disampaikan masyarakat,” kata Bodewin.
Ia mengatakan pemerintah juga menerima berbagai masukan setiap hari melalui media sosial, termasuk TikTok dan Facebook, yang menjadi sarana komunikasi antara warga dan pemerintah.
Bodewin mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan dan ketertiban kota dengan tidak membuang sampah sembarangan, mematuhi jadwal pembuangan sampah, serta mendukung penataan kawasan Pasar Mardika, termasuk beraktivitas di lokasi yang telah disediakan bagi pedagang.
Selain itu, Pemerintah Kota Ambon terus mengembangkan sektor ekonomi kreatif dengan membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda, termasuk melalui seni pertunjukan seperti stand up comedy.
Menurut Bodewin, pemerintah tidak hanya berperan sebagai pembuat kebijakan, tetapi juga perlu mendengar dan merespons masukan masyarakat untuk mendukung pembangunan Kota Ambon yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.


