Diskoperindag Aru Intensifkan Pemantauan Harga Beras

  • Whatsapp

Ambon, malukupost.com – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kepulauan Aru, Maluku mengintensifkan pemantauan harga beras di pasar-pasar, toko swalayan dan toko-toko lainnya dalam rangka pengendalian harga kebutuhan pokok itu.

“Tim pengawasan intensif melakukan pemantauan setiap hari dan mencatat kenaikan harga beras berkisar Rp10.000-Rp15.000 per karung tergantung merek bahan pokok masyarakat tersebut,” kata Kepala Diskopperindag Kepulauan Aru, Ruddy Siwabessy di Ambon, Senin (16/3).

Sedangkan harga di toko-toko milik perorangan, harga beras yang dijual kepada kepada masyarakat naik Rp1.000 per kg.

“Kenaikan harga beras di Kepulauan Aru merupakan dampak gagal panen di sebagian Jawa Timur yang selama ini memasok bahan pokok masyarakat di kabupaten yang secara geografis dekat dengan Australia ini,” ujarnya.

Dia menyebutkan stok beras yang terpantau oleh tim pengawasan di gudang milik sembilan distributor cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 80.000 jiwa penduduk Kepulauan Aru selama dua bulan.

Begitu pun, sembilan distributor sedang melakukan pengadaan beras dari Surabaya sehingga soal stok tetap terjamin.

Distributor juga mengisyaratkan harga beras pada April 2015 kembali turun karena panen di sentra produksi Jawa Timur membaik.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru belum memprogramkan kegiatan operasi pasar (OP) beras karena harga bahan pokok masyarakat itu masih terkendali.

OP beras dilakukan sekiranya stok relatif terbatas dan terjadi kenaikan harga dan Penjabat Bupati Kepulauan Aru, Gotlief Gainau menyurati Gubernur Maluku, Said Assagaff guna berkoordinasi dengan Perum Bulog Divre Maluku.

“Saya berkoordinasi dengan sembilan distributor bahan pokok masyarakat yang beroperasi di Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru, ternyata stok beras cukup tersedia,” kata Rudy Siwabessy. (ant/MP)

Pos terkait