Kerja Abal-abal Akibatkan Jembatan Wai Kaputi Rusak Parah

jembatan wai kaputi
Jembatan Wai Kaputi
Ambon,- Akibat hujan deras yang menguyur wilayah Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat bebrapa hari lalu, jembatan wai kaputi di Taniwel ambruk. Kerusakan jembatan tersebut mengakibatkan akses transportasi menjadi macet. Kerusakan seperti ini bukanlah hal baru bagi masyrakat SBB, diketahui pada banjir bandan Tahun 2012 yang lalu. Dan Proyek pengerjaan jembatan wai kaputi baru saja di selesaikan pada Agustus 2014 kemarin. 
Naasnya, proyek yang dikerjakan oleh Dinas PU Provinsi Maluku dan Balai Sungai Wilayah Maluku dengan menggunakan Anggaran Miliaran Rupiah itu kini sudah rusak berat. Demikian disampaikan salah satu tokoh muda kecamatan Taniwel, Ferry kasale kepada wartawan, di Ambon, Jumat (6/3).
“Sejak sebelumnya ketika proyek ini sementara dikerjakan kami terus melakukan pantauan, dan didalam pantauan kami di lapangan pekerjaan tersebut sangat asal-asalan dan diduga tidak sesuai dengan bastek. Melihat hal itu kami juga telah berulang kali mendesak Kepala Dinas PU Pak Ismail Usemahu dan Kontraktor yang menangani pekerjaan,” jelasnya 
Menurut Kasale, dalam rangka kelancaran transportasi masyarakat maka pemerintah harus mengerjakan proyek jembatan itu secara Porposional dan terjamin kualitasnya sehingga ada kepuasan dari masyarakat soal aktifitas transportasi mereka. 
“Jangan meraup keuntungan saja lalu mengabaikan aspek-aspek vital itu. Kami meminta DPRD Provinsi Maluku daerah pemilihan Seram Bagian Barat untuk memanggil Kepala Dinas PU Maluku dan Kepala Balai Sungai Wilayah Maluku untuk menjelaskan serta mempertangungjawabkan persoalan ini serta segera mengambil langkah-langkah cepat guna menangani persolan akses transportasi disana,” tegasnya 
Dijelaskan pula, temuan terkait pengerjaan proyek jembatan wai kaputi yang dinilai abal – abal ini telah dilaporkan kepada pihak Kejaksaan Tinggi Maluku untuk mengusut tuntas indikasi Korpsi yang terjadi. 
“Pekerjaan proyek ini lebih berorientasi pada upaya meraup keuntungan semata sehingga aspek kualitas pekerjaan lalu diabaikan begitu saja. Faktanya proyek Miliaran rupiah itu baru selesai dikerjakan belum setahun sudah ambruk dan rusak parah. Ini sangat tidak rasional dan sangat sarat dengan aroma Indikasi Korupsi.”pungkasnya.(08)

Pos terkait