Koperasi Dan UMKM Miliki Peran Strategis

  • Whatsapp
Gubernur Maluku, Said Assagaff

Ambon, malukupost.com – Gubernur Maluku Said Assagaff menyatakan pengembangan dan pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam tatanan ekonomi global terutama menghadapi era pasar bebas ASEAN 2015.

“Pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Koperasi dan UMKM, yang harus disikapi secara bijak oleh pemerintah daerah karena berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan daya saing di bidang perekonomian,” katanya, dalam Rapat Koordinasi Daerah Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku 2015, di Ambon, kamis.

Menurut gubernur, kehadiran Koperasi dan UMKM sebagai salah satu pilar perekonomian dalam negeri, penggerak dan penyangga perekonomian bangsa, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah secara berkelanjutan.

Mencermati rencana kerja pemerintah tahun 2015 yang melanjutkan reformasi percepatan pembangunan ekonomi yang berkeadilan, maka perhatian pemerintah terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam peningkatan daya saing dan ketahanan ekonomi perlu menjadi fokus perhatian semua pihak.

“Penyelenggaraan Rakorda ini merupakan momentum yang tepat dalam rangka mengevaluasi berbagai kebijakan daerah di bidang Koperasi dan UMKM sekaligus menjadi wahana untuk membangun koordinasi dan sinergitas program-program pembinaan dan pengembangan ke depan,” kata Gubernur Said.

Karena itu, Rakorda ini dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk menyamakan persepsi antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, sekaligus menjadi media efektif untuk berbagi pengalaman dan menukar informasi terkait upaya-upaya pengembangan dan pemberdayaan Koperasi dan UMKM di daerah masing-masing.

“Saya berharap, berbagai informasi di bidang perkoperasian yang diperoleh dalam Rakorda ini dapat ditanggapi dengan cerdas sehingga menjadi kontribusi berharga untuk pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam membangun perekonomian daerah berbasis kerakyatan,” ujarnya.

Gubernur mengungkapkan perkembangan Koperasi dan UMKM di Provinsi Maluku terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2013 koperasi tercatat sebanyak 3.095 unit dan meningkat tahun 2014 menjadi 3.158 unit atau bertambah sebanyak 63 unit koperasi.

Begitu juga dengan UMKM meningkat tahun 2013 sebanyak 31.188 unit, tahun 2014 menjadi 36.270 unit atau bertambah sebanyak 5.082 unit.

“Pencapaian ini tentunya merupakan hasil kerja keras semua pihak di daerah ini yang berkomitmen untuk membangun, membina dan mengembangkan Koperasi dan UMKM di daerah ini,” katanya.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, mengisyaratkan peran penting pemerintah dalam pembinaan Koperasi dan UMKM utamanya menciptakan dan mengembangkan iklim pertumbuhan ekonomi, membudayakan Koperasi dalam masyarakat, serta memberikan bimbingan, kemudahan dan perlindungan kepada Koperasi dan UMKM.

“Program pembinaan dan pengembangan Koperasi dan UMKM harus terus dilakukan, hingga menjangkau para pelaku usaha kecil yang tersebar di Maluku dengan menerapkan pendekatan yang berbasis gugus pulau,” pintanya.

“Saya juga mengajak seluruh aparatur pemerintahan baik di provinsi maupun kabupaten/kota untuk memprioritaskan upaya pembinaan dan pengembangan Koperasi dan UMKM, melalui penataan dan revitalisasi kelembagaan,” tambah gubernur. (ant/MP)

Pos terkait