![]() |
| Oei Sianatra Wijaya |
“Itu tidak benar. KONI Maluku punya anggaran juga untuk latihan kok. Buktinya latihan dilaksanakan di Sport Hall Karpan juga atas biaya KONI Maluku,” tepis Bongkar, panggilan akrab Oei Sianatra Wijaya (OSW) kepada Maluku Post, Kamis (16/4).
Hanya saja Bongkar mengakui dirinya dimintakan oknum-oknum Satgas KONI Maluku untuk pengadaan tiket bagi dua hingga tiga pemain yang tak masuk program TC outdoor saat kualifikasi PON XIX/2015 dilaksanakan pada akhir tahun ini.
“Kalau soal tiket hanya ada 2 tiket usulan pelatih untuk pemain-pemain tambahan yang akan menggenapi program dan strategi saja dan akan diupayakan secara bersama-sama (sistem patungan) di luar 12 nama yang telah masuk TC,” ulasnya.
Hingga saat ini pembentukkan tim bayangan futsal Pra PON Maluku masih menuai kontroversi. Namun, KONI Maluku belum punya kearifan untuk memediasi pertemuan tiga pihak yang melibatkan Asprov PSSI Maluku, Asosiasi Futsal Daerah Maluku dan KONI Maluku menyangkut sah tidaknya pembentukkan tim bayangan futsal Pra PON Maluku. (mp 09/ros)


