Bos Trigen Usul David Nanulaitta Tukangi Tim Futsal Pra PON Maluku

Ambon, Maluku Post.com – Bos Trigen Ambon Futsal Club, Abdul Fattah Nur, menilai proses seleksi pemain-pemain futsal Pra PON XIX/2015 Maluku berlangsung tidak fair dan hanya berdasarkan selera oknum-oknum tertentu yang menunjuk diri sebagai pelatih tim.

“Kalau seleksi pemain untuk tim Pra PON Maluku fair, mestinya semua klub amatir disurati dan dimintakan menyertakan pemain-pemainnya untuk diseleksi, tapi ternyata kan tidak. Selama ini setiap seleksi di Ambon Trigen tak pernah diundang. Jangan sentimen saya lalu korbankan pemain-pemain muda berbakat yang kini dibina saya dan teman-teman,”protes Cecep, sapaan akrab Abdul Fattah Nur, kepada Maluku Post,  Minggu (19/4/2015).

Cecep menegaskan tim Pra PON Maluku tidak serta merta harus didominasi pemain-pemain Kota Ambon yang pernah berlaga di Popmal III/2014 meski diakui kualitas pemain-pemain Kota Ambon di atas rata-rata.

“Yang saya lihat proses seleksinya hanya berdasarkan kedekatan dan selera orang yang memilih pemain karena ada gerbongnya di KONI Maluku,” tuturnya.
Cecep mempertanyakan kapasitas Mory Poetiray dan kolega yang ditunjuk memilih pemain-pemain untuk tim futsal Pra PON Maluku.

“Kalau mau jujur, tak ada satu pun pelatih yang punya lisensi nasional futsal di Maluku. Karena itu, semuanya belum layak. Baik saya, Mory Poetiray, Oei Sianatra Wijaya, Defan Simatauw, dan pelatih futsal lainnya belum layak melatih tim Pra PON Maluku karena itu bukan pekerjaan mudah. Usul saya KONI Maluku perlu mempertimbangkan nama David Nanulaitta (asisten pelatih SWAP Jakarta) untuk menukangi tim Pra PON Maluku, sebab orangnya punya lisensi dan sarat pengalaman di kompetisi amatir dan profesional,” sarannya.

Pemilihan pelatih nasional yang masih keturunan Maluku, lanjut Cecep, sangat penting untuk menghindari polemik panjang seputar penggunaan kriteria lisensi bagi pelatih yang ingin membesuti tim futsal Pra PON Maluku.

“Agar tidak baku malawang KONI Maluku panggil saja bung David Nanulaitta, bung Ricardo Polnaya untuk latih tim Pra PON Maluku. Saya orang Dayak-Sunda, tapi saya sangat mencintai olahraga Maluku. Usul saya ini objektif dan demi kesuksesan Maluku di Pra PON maupun PON 2016,” pungkasnya. (09) 

Pos terkait