“Selama ini layar selaku pakai alasan wild card untuk ikut PON, padahal tak pernah lolos murni di kualifikasi PON. Cabor lain juga harus diterapkan hal yang sama, terutama bagi cabor yang tidak berpeluang merebut medali di PON 2016,” tandas Cecep, sapaan akrab Abdul Fattah Nur, kepada Maluku Post di Café Ocean, Jalan Anthony Rhibok Ambon, Minggu (19/4).
Untuk menghindari pemborosan anggaran, jelas Cecep, KONI Maluku harus selektif dan tetap berpegang teguh pada hasil keputusan Rapat Anggota Tahunan (RAT) XI KONI Maluku, 27 Februari 2015, yang pada prinsipnya melarang penggunaan wild card ke PON 2016.
“Jadi KONI Maluku harus kirim cabor yang berpotensi merebut minimal medali perunggu di PON 2016,” serunya.
Selain itu, lanjut Cecep, pelarangan wild card juga bertujuan menghilangkan imej negative jika selama ini kontingen PON Maluku dikategorisasikan tim bajalang dinas dan tim baronda kiri kanan seng ada guna.
“KONI Maluku harus selektif untuk hal ini,” pungkas pria Dayak-Sunda ini. (09)


