Ambon, Maluku Post.com – Dengan gelontoran anggaran sebesar Rp 16 miliar lebih dari Pemerintah Provinsi Maluku, seyogianya KONI Maluku harus berani mematok target raihan 15 medali emas di PON XIX/2016 Jawa Barat. Mengapa? Sebab, jika KONI Maluku hanya menargetkan perolehan 12 emas di PON Jabar, itu berarti anggaran daerah yang dikucurkan tidak sebanding dengan prestasi yang harus dikembalikan ke daerah.
“Masyarakat akan mengakui kinerja KONI Maluku saat ini jika mereka berani memasang target meraih 15 emas di PON Jabar,” tantang Wakil Ketua interim Forum Penyelamat Olahraga Maluku (FPOM) Kamarudin Bolat kepada Maluku Post melalui ponselnya, Rabu (15/4).
Bolat menegaskan target 15 emas di PON 2016 bukan sesuatu yang mustahil diraih jika KONI Maluku mampu memaksimalkan pembinaan pada cabang-cabang olahraga unggulan, seperti tinju, atletik, dayung, selam, anggar, karate, dan kempo.
“Misalnya saja tinju diberikan dana Rp 2 miliar untuk harus meraih 2 emas, dayung dapat Rp 3 miliar untuk rebut 3 emas, begitu juga dengan cabor lain, pasti semua akan berlomba-lomba untuk meraih target tersebut. Kami kira tak ada yang susah kalau KONI Maluku mau bekerja keras kok,” papar mahasiswa asal Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur ini.
Meski begitu Bolat optimis KONI Maluku bakal mampu meraih target perbaikan peringkat di PON 2016 sepanjang tidak ada gontok-gontokkan di antara pengurus cabor maupun terjadi disharmonisasi di antara atlet dan pelatih.
“Yang perlu dihindari jangan sampai ada sebutan kontingen ronda-ronda bagi kontingen PON Maluku. Hal-hal non teknis pun mesti diatasi sebelum kontingen Maluku berlaga di PON Jabar,” ingatnya. (mp09/ros)


