Inilah Kisah Korban Kekerasan Oknum Anggota Brimob di Morekau

Tupan : Sebelum Menusuk Dengan Laras, Oknum Brimob Keluarkan Makian

Jhon Tupan
Piru, maluku post.com – Penyerangan terhadap warga yang ada di Desa Morekau Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang dilakukan oknum anggota Brimob Sub den 2 Kompi B Kabupaten SBB, masih menyisakan trauma bagi warga Desa, yang jarak desa tersebut kurang lebih 200 meter dari Lokasi pembukaan MTQ ini.

Trauma itu pun hingga kini masih dirasakan oleh warga, bahkan turut dirasakan Pemuka Agama Jemaat Desa Morekau, pendeta Jhon Tupan.

Pendeta Jemaat Desa Morekau, Jhon Tupan, ketika dihubungi media ini, Jumat (3/4) di Morekau, mengisahkan bahwa pada hari Minggu, (29/3)  Sekitar pukul 22.00 WIT, situasi ibadah syukuran peneguhan Anggota SIDI Gereja, tiba- tiba berubah mencekam setelah adanya bunyi tembakan dan warga pun panik dan lari berhamburan. Beberapa saat kemudian, ada kurang lebih 6 orang Oknum Anggota Brimob berlari dan melakukan pengejaran dan memukul salah satu warga bernama Edy Lumatalale di depan Pastori (Rumah Gembala). 

Melihat aksi pemukulan tersebut, Tupan pun langsung menengahi aksi itu. Dan meminta Oknum Brimob agar tidak menganiaya masyarakat yang tak tahu menahu akar permasalahan. 

“Saya lihat ada seorang Guru atas nama Edy Lumatalale sudah dipukul oleh 6 orang Anggota Brimob. Saat sampai ke depan pastori, Saya bilang sama Brimob – Brimob itu, Bapak  jangan dipukul. Beliau tidak bersalah, beliau hanya mau menjemput istri dan anak-anaknya.”paparnya.

Namun nahas, niat untuk menengahi anggota Jemaatnya dari aksi Brutal Oknum Anggota Brimob SBB, malah berujung pada penganiayaan dirinya oleh Oknum Anggota Brimob.

Dibeberkannya, sebelum ditusuk dengan laras, Oknum anggota Brimob Subden 2 Kompi B Kabupaten SBB juga mengeluarkan kata makian dan dengan sengaja mengolok profesi Gembala Umat Kristen ini.  

“Ada suara yang membentak saya, kamu siapa? Saya bilang, saya pendeta. Saat saya bilang identitas saya. Kelima Anggota Brimob itu, langsung mundur. Hanya ada satu Anggota Brimob yang maju dan katakan, Kamu pendeta atau Cuki mai siapa kek  (mengeluarkan kata makian/tidak senonoh) dan menusuk saya dengan laras senjata ke rusuk kiri,” beber Jhon Tupan

Kendati merasa kesakitan, Tupan bahkan tak ingin terlarut dalam kesakitan itu. usai mengadukan  kepada rekan seprofesinya yang merupakan pendeta Jemaat Elohim Piru, dia langsung berusaha untuk menghimbau warga desa untuk berkumpul di dalam Gereja untuk diberikan pendekatan persuasif.

Usai menenangkan warga, Tupan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk melakukan pengobatan dan visum selanjutnya melaporkan peristiwa “Luar Biasa” itu ke Polres SBB.   (AAT)

Pos terkait