Konstituen Dianiaya, DPRD SBB “Ngorok”

Proses mediasi dan rekonsiliasi yang dilakukan oleh DPRD Provinsi Maluku kepada pihak Pemerintah Desa Morekau dan Polda Maluku, menguak tanya Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Seram Bagian Barat (SBB), hal ini demikian disampaikan Ketua GAMKI SBB Hendra Sahertian di Piru (3/4). Menurut Sahertian, pihaknya sangat memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak DPRD Provinsi Maluku yang dikomandoi oleh Edwin Huwae, melakukan upaya rekonsiliasi kepada kedua belah pihak yakni Pemerintah Desa Morekau dan Polda Maluku. “Kami GAMKI sangat memberikan apresiasi kepada DPRD Provinsi Maluku yang telah berupaya melakukan upaya rekonsiliasi antara Pemerintah Desa Morekau dan pihak Polri
Hendra Sahertian

Piru, maluku post.com – Proses mediasi dan rekonsiliasi yang dilakukan oleh DPRD Provinsi Maluku kepada pihak Pemerintah Desa Morekau dan Polda Maluku, menguak tanya Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Seram Bagian Barat (SBB), hal ini demikian disampaikan Ketua GAMKI SBB Hendra Sahertian di Piru (3/4).

Menurut Sahertian, pihaknya sangat memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak DPRD Provinsi Maluku yang dikomandoi oleh Edwin Huwae, melakukan upaya rekonsiliasi kepada kedua belah pihak yakni Pemerintah Desa Morekau dan Polda Maluku.

“Kami GAMKI sangat memberikan apresiasi kepada DPRD Provinsi Maluku yang telah berupaya melakukan upaya rekonsiliasi antara Pemerintah Desa Morekau dan pihak Polri”ungkapnya.

Namun hal yang sangat disesalinya oleh dirinya yakni, sebagai delegasi rakyat yang seharusnya memperjuangkan hak-hak rakyat SBB, pihak DPRD kabupaten SBB malah tak tampak batang hidungnya dan “ngorok” (tidur) dan akibatnya tidak melihat konstituennya teraniaya.  

“Proses rekonsiliasi mestinya harus dilakukan oleh pihak DPRD Kabupaten SBB, yang jadi pertanyaan, DPRD SBB itu dimana? Mereka semuanya dimana, sampai masyarakat SBB, khususnya Desa Morekau mengalami insiden itu,”tegasnya.

Dirinya sangat, kecewa karena tidak ada tindakan apapun oleh pihak DPRD SBB.

Sahertian juga berharap, semua pihak agar menjaga situasi keamanan, apalagi menjelang agenda pelaksanaan MTQ tingkat provinsi yang bakal digelar Mei mendatang. (AAT)

Pos terkait