Kadis Pendidikan SBB : Belum ada Informasi, Mungkin Hanya Isu
Kebocoran soal yang diduga terjadi saat pendistribusian soal ke Kecamatan yang memiliki letak geografis dan rentan kendali yang jauh dari Kota Piru, hal ini disampaikan sumber media ini yang enggan namanya disebutkan.
Menurut sumber ini bahwa adanya Kebocoran soal terjadi di Kecamatan Taniwel yakni pada SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Taniwel.
“Temuan saya memang seperti itu (Ada Kebocoran soal), tapi saya minta anda jangan mempublikasikan nama saya. Yang jelas soal kebocoran soal ini dari guru yang menginformasikan kepada saya. Kebocoran soal itu terjadi di SMA 1 dan SMA 2 Taniwel. Kasus kebocoran soal ini mereka juga sudah melaporkan ke Kepolisian,”ungkap sumber kepada media ini via Seluler, Senin (13/4).
Dia bahkan meminta kepada pihak Polres SBB dan Polsek Taniwel untuk menyelidiki siapa saja dalang dari Kebocoran soal itu, baginya soal Ujian Nasional untuk semua jenjang tingkat pendidikan merupakan sebuah dokumen Negara yang bersifat rahasia.
“Saya pikir itu adalah dokumen Negara yang bersifat rahasia, jadi Polres SBB harus tanggap dan menyelidiki kasus kebocoran soal ini, “ pinta sumber.
Terkait dengan kebocoran soal UN ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten SBB, Benjamina Dorkas Puttileihalat yang dimintai konfirmasi terkait dengan informasi Kebocoran soal tersebut mengaku hingga kini pihaknya belum mengetahui secara pasti kebenaran informasi tersebut.
“Saya memang tadi ditelepon oleh Kabag Ops Polres SBB terkait informasi tersebut tapi hingga kini belum ada informasi terkait masalah tersebut dari sana (Taniwel). Mungkin itu hanya isu, atau ada konspirasi untuk orang-orang tertentu,”Ungkapnya.
Menurut Puttileihalat, jika terbukti ada kebocoran soal sebagaimana informasi yang beredar, hal tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawab sekolah bersangkutan.
“Saya kira kalau informasi itu benar, maka sekolah yang bersangkutan atau orang yang terlibat dalam kebocoran soal harus diproses Hukum. Sebelum adanya UN, para pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan UN baik panitia, hingga pengawas, sudah menandatangani pakta integritas. Jadi kalau ada peristiwa pidana ya mereka yang bertanggung jawab,” kata Puttileihalat.
Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Taniwel, Nimrot Niwele yang dimintai konfirmasi terkait bocornya soal pada sekolahnya, membantah adanya kebocoran soal pada sekolah yang dipimpinnya.
“ Itu tidak benar. Tidak ada Kebocoran soal di sekolah SMA 1 Taniwel. Iya itu tidak benar” tegas sang Kepala Sekolah saat dikonfirmasi via Seluler.
Sedangkan, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres SBB, Edhy Tethol yang dikonfirmasi terkait dengan informasi kebocoran soal tersebut mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Polsek Taniwel namun belum ada informasi atau laporan resmi terkait dengan informasi bocornya soal di SMA 1 dan 2 Taniwel.
“Saya sudah koordinasi, tapi belum ada informasi atau laporan yang diterima Polsek. Saya juga sudah perintahkan Kapolsek Taniwel untuk turun lapangan mengecek kebenaran informasi tersebut,” Kata Tethol.
Sebelumnya, saat membuka sampul UN tingkat SMA dan sederajat di SMA Negeri 1 Seram Barat, Kepala Dinas Pedidikan dan Olahraga Kabupaten SBB, B.D. Puttileihalat, mengatakan ada sekitar 2.576 peserta dari 36 SMA dan MA yang ada di Kabupaten SBB. Sedangkan untuk SMK, diikuti oleh peserta sebanyak 326 peserta dari 11 SMK di Kabupaten SBB. (10)


