Penerimaan PBB Ambon Capai 15 Persen

Ambon, Maluku Post.com – Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ambon, Maluku dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) triwulan satu mencapai Rp1 miliar atau 15 persen dari target Rp9,1 Miliar.

“Penerimaan PAD dari PBB triwulan satu yakni Januari-Maret 2015 sudah mencapai target yang ditetapkan pemerintah yakni 15 persen per triwulan atau Rp1 miliar lebih,” kata kadis Pendapatan Kota Ambon, Jopie Silanno, Senin (13/4).

Ia mengatakan, target penerimaaan PBB 2015 sebesar Rp9,1 miliar atau mengalami kenaikan 5,90 persen dari 70.000 lembar SPPT yang disebar kepada masyarakat..

“Kami tergetkan penerimaan PBB tahun 2015 sebesar Rp9,1 miliar yakni mengalami kenaikan 5,90 persen dari target tahun 2014 sebesar Rp8,8 miliar,” katanya.

Menurut Jopie, realisasi penerimaan PBB tahun 2014 sebesar Rp9,9 miliar atau sebesar 115 persen dari target penerimaan.

Memenuhi upaya tersebut, pihaknya akan melakukan berbagai upaya seperti pembukaan kantor pembayaran PBB di desa Passo, pengoperasian mobil keliling PBB pada hari sabtu dan minggu.

“Selain itu kami juga akan memasang spanduk di seluruh wilayah kota Ambon, upaya tersebut dilakukan agar dapat mencapat target yang telah ditetapkan,” katanya.

Dijelaskannya, tahun 2015 merupakan tahun kedua pengelolaan PBB kepada Pemkot Ambon, setelah diserahkan pengelolaan dari KPP Pratama.

“Sejak pengalihan pengelolaan tersebut, kita berupaya membenahi berbagai kelemahan dan kekurangan, serta mengatasi bernagai permasalahan pada masa transisi,” ujarnya.

Permasalahan tersebut kata Jopie diantaranya, tidak akuratnya data piutang pajak PBB yang diserahkan KPP Pratama, hasil print out pembayaran yang tidak akurat dengan bukti lunas pada wajib pajak.

Selain itu ketidak cocokan peta blok dan zona nilai tanah, nomor objek pajak ganda pada satu sertifikat, perubahan bentuk bangunan yang tidak disertai perubahan nilai pajak, serta perilaku wajib pajak yang tidak mau dikenakan denda keterlambatan.

“Permasalah tersebut merupakan hal tertundanya realisasi penerimaan PBB, karena pihaknya tetap optimis semakin banyak tantangan, bukan berarti melemahkan semangat kerja, tetapi sebaliknya makin banyak permasalahan akan membentuk karakter profesional, baik secara pribadi aparatur maupun kelembagaan,” katanya. (ant/MP)

Pos terkait