Unidar Tempatkan Mahasiswa KKN di 87 Desa

Universitas Darusallam (Unidar) Ambon menempatkan 500 mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN), Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan Tematik Samdes gelombang kedua tahun akademika 2014/2015 di 87 desa di enam Kabupaten/Kota se- Maluku. Rektor Unidar Ambon, Dr.Ir. Ibrahim Ohorella, MP, disela-sela pembekalan kuliah kerja nyata (KKN), PPM dan Tematik Samdes tahap I, Kamis (9/4), mengatakan, 500 orang itu merupakan bagian dari 1.611 mahasiswa. "Jadi ditempuh kebijakan penempatan mahasiswa KKN, PPM dan Tematik Samdes bertahap karena mempertimbangkan transportasi laut ke masing-masing desa," ujarnya. Mahasiswa KKN harus memanfaatkan jasa kapal PT.Pelni ke Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual dan Seram Bagian Timur (SBT), sedangkan, Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah dan Kota Ambon bisa dijangkau dengan transportasi penyeberangan dan kenderaan bermotor. "Kami membekali mahasiswa selama tiga hari dengan materi yang telah disurvei Pusat Pengabdian Masyarakat (BPM) bersama Panitia KKN, PPM dan Tematik Samdes dengan menginventarisasi masalah, hambatan dan potensi SDA di masing - masing desa," kata Rektor. Karena itu, mahasiswa KKN dari tujuh fakultas dan 14 program studi harus disatukan pemahaman dan motivasi sebelum berada di masing - masing desa agar bisa membantu menyelesaikan masalah dan hambatan, selanjutnya menemukan terobosan untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi SDA. Makanya, lanjut Rektor, panitia KKN, PPM dan Tematik Samdes memanfaatkan nara sumber dari Bappeda Maluku, Dinas Pertanian Maluku, Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku serta BRI Cabang Ambon
Ibrahim Ohorella
Ambon, Maluku Post.com – Universitas Darusallam (Unidar) Ambon menempatkan 500 mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN), Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan Tematik Samdes gelombang kedua tahun akademika 2014/2015 di 87 desa di enam Kabupaten/Kota se- Maluku.

Rektor Unidar Ambon, Dr.Ir. Ibrahim Ohorella, MP, disela-sela pembekalan kuliah kerja nyata (KKN), PPM dan Tematik Samdes tahap I, Kamis (9/4), mengatakan, 500 orang itu merupakan bagian dari 1.611 mahasiswa.

“Jadi ditempuh kebijakan penempatan mahasiswa KKN, PPM dan Tematik Samdes bertahap karena mempertimbangkan transportasi laut ke masing-masing desa,” ujarnya.

Mahasiswa KKN harus memanfaatkan jasa kapal PT.Pelni ke Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual dan Seram Bagian Timur (SBT), sedangkan, Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah dan Kota Ambon bisa dijangkau dengan transportasi penyeberangan dan kenderaan bermotor.

“Kami membekali mahasiswa selama tiga hari dengan materi yang telah disurvei Pusat Pengabdian Masyarakat (BPM) bersama Panitia KKN, PPM dan Tematik Samdes dengan menginventarisasi masalah, hambatan dan potensi SDA di masing – masing desa,” kata Rektor.

Karena itu, mahasiswa KKN dari tujuh fakultas dan 14 program studi harus disatukan pemahaman dan motivasi sebelum berada di masing – masing desa agar bisa membantu menyelesaikan masalah dan hambatan, selanjutnya menemukan terobosan untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi SDA.

Makanya, lanjut Rektor, panitia KKN, PPM dan Tematik Samdes memanfaatkan nara sumber dari Bappeda Maluku, Dinas Pertanian Maluku, Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku serta BRI Cabang Ambon.

Tujuannya, berbagai program pemberdayaan masyarakat itu harus diketahui, baik mekanisme, pengelolaan dan prospeknya sehingga bisa memotivasi warga sehingga mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Masyarakat harus diberdayakan untuk mengelola potensi SDA melalui usaha mikro dengan memanfaatkan kredit guna menambah modal dari BRI Cabang Ambon sebagai mitra Unidar Ambon,” ujar Rektor.

Khusus untuk Tematik Samdes, dia menjelaskan, Unidar bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk pengelolaan air bersih.

Mahasiswa KKN akan dibekali oleh tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta UGM yang pertama kali dipercayakan melaksanakan program tersebut.

Unidar Ambon bersama delapan Perguruan Tinggi (PT) lainnya di Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk program tersebut selama lima tahun sejak 2014.

Unidar Ambon yang lokasinya di desa Tulehu, pulau Ambon saat ini miliki tujuh fakultas dan 14 program studi dengan 6.191 mahasiswa aktif, sedangkan lulusannya lebih dari 7.000 orang. (ant/MP)

Pos terkait